

Satu kelompok warga yang terlibat bentrok saat berkumpul, Rabu (27/11). Bentrok yang terjadi antar dua kelompok warga mengakibatkan satu orang tewas. (Foto: Kapolres Puncak/Pendam XVII Cenderawasih)
JAYAPURA-Meski dulu sudah pernah didamaikan dan disepakati adanya bupati definitif, ternyata bentrok antar pendukung masih muncul. Puncak Jaya pada Rabu (26/11) kemarin kembali tegang.
Dua kelompok pendukung antara Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda dan pendukung mantan calon bupati, Miren Kogoya pecah. Insiden yang terjadi di Kota Mulia tersebut menelan satu korban jiwa dan empat orang luka-luka.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, bentrok bermula ketika kedua kelompok sama-sama menggelar acara bakar batu. Pendukung Bupati Yuni Wonda melaksanakan bakar batu di Lapangan Amanah, sedangkan pendukung Miren Kogoya menggelar acara serupa di dekat Bandara Mulia, Puncak Jaya.
Ketegangan terjadi saat rombongan pendukung Miren Kogoya yang hendak menuju lokasi acara dekat bandara melintasi kawasan tempat pendukung Yuni Wonda mengadakan bakar batu. Miskomunikasi antar kedua kelompok memicu aksi saling serang.
“Kita belum tahu siapa yang menyerang lebih dulu karena kami masih melakukan pendalaman kronologis sebenarnya seperti apa,” jelas Kapolres AKBP Achmad Fauzan melalui sambungan telepon, Kamis (27/11).
Dari bentrokan tersebut, satu warga bernama Kimiyer Tabuni meninggal dunia akibat luka senjata tajam dan patah pada bagian hidung setelah terkena lemparan batu.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, kedua korban yang ditemukan dalam…
Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi rencana aksi pelajar pada 15 September yang disebut berkaitan…
Program strategis yang didanai melalui skema Otonomi Khusus (Otsus) ini dihadirkan untuk menjamin pemerataan…
Ia menyebut, ketika terjadi kebakaran di wilayah Jayapura Utara, mobil pemadam membutuhkan waktu sekitar…
Menurut Abisai, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk…
Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi aksi demonstrasi yang berlangsung pada, 7 September 2026 yang dipimpin…