Categories: BERITA UTAMA

Gubernur Terima Hasil Audit Kemenkes

Sementara Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Ia pun menegaskan pemerintah provinsi tidak akan mengalihkan kesalahan kepada siapa pun.

“Apa yang terjadi di rumah sakit gubernur bertanggung jawab. Saya tidak lepas tanggung jawab dan kami akan melakukan perbaikan,” katanya, menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Rabu (26/11).

Ia juga mengaku telah memanggil seluruh direktur rumah sakit di Papua untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperbaiki standar layanan kesehatan di Provinsi Papua. Gubernur menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas rendahnya kualitas layanan kesehatan yang terungkap dari kasus Irene Sokoy.

“Saya minta maaf kepada masyarakat. Memang kami terbatas dalam anggaran, tetapi itu bukan alasan utama. Selaku gubernur, saya akan memperbaiki itu,” ujarnya.

Ia mengakui kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Papua saat ini tidak baik, namun menurutnya selalu ada cara untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Gubernur kembali mengulangi instruksi yang sebelumnya telah diberikan kepada seluruh rumah sakit, yakni untuk mengutamakan pelayanan tanpa terikat syarat administrasi.

“Layanan terhadap pasien yang datang tidak boleh tawar-menawar. Jangan tanya KTP, BPJS, dan lainnya. Layani dulu,” tegasnya.

Menurutnya, urusan administrasi bisa ditangani belakangan tanpa mengorbankan keselamatan pasien. “Yang penting mereka catat baik-baik supaya ke depan layanan bisa lebih baik.” katanya.

Mantan Kapolda Papua ini meminta agar polemik publik terkait kasus ini tidak berkembang menjadi saling menyalahkan antar lembaga atau pihak tertentu. “Terserah di luar sana mau bicara apa, gubernur tanggung jawab,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keselamatan pasien adalah mandat Undang-undang dan berlaku untuk semua rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. Sementara untuk mencegah kejadian serupa, gubernur berencana menyiapkan skema dana titipan bagi seluruh rumah sakit di Papua agar pelayanan tidak terganggu hanya karena persoalan biaya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Jamu Persiku, Panpel Persipura Akan Perketat KeamananJamu Persiku, Panpel Persipura Akan Perketat Keamanan

Jamu Persiku, Panpel Persipura Akan Perketat Keamanan

anitia Pelaksana (Panpel) Persipura Jayapura memastikan pengamanan laga terakhir Persipura menjamu Persiku Kudus di Stadion…

11 hours ago

100 Unit Rumah Transmigrasi Lokal Siap Diresmikan Awal Mei

Sebanyak 100 unit rumah permanen yang dibangun pemerintah pusat melalui Kementrian Transmigrasi RI di Kampung…

11 hours ago

Persiker Keerom Sowan ke Rumah Jokowi

Persiker merupakan juara Liga 4 zona Papua dan menjadi wakil Papua pada seri nasional. Mereka…

12 hours ago

47 Jemaah Calon Haji Dilepas, Bupati Titip Sejumlah Pesan

Dari 47 CHJ, terdiri dari 18 laki-laki dan 29 perempuan. Jemaah tertua atas nama Kislam…

12 hours ago

Hadiri Rakernas di Solo, NPCI Papua Berkomitmen Sumbang Atlet untuk Indonesia

Ketua NPCI Papua, Jayakusuma menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) NPCI Pusat di Kota Solo, Jawa…

13 hours ago

Kemenhaj Dorong Percepatan Embarkasi Mandiri di Papua

Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmen kuat dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.…

13 hours ago