Categories: BERITA UTAMA

Gubernur Terima Hasil Audit Kemenkes

Sementara Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Yuli Astuti Saripawan menyatakan, insiden pasien bermasalah yang terjadi sebelumnya sebagai ‘pencetus awal’ upaya perbaikan.

“Semoga ke depannya tidak terjadi. Untuk menghindari supaya itu tidak berulang lagi, maka bagaimana supaya manajemen rumah sakit bisa mengelola rumah sakitnya dengan baik,” kata Yuli.

Menurutnya, pengelolaan yang baik mencakup manajemen sumber daya manusia (SDM) agar tenaga kesehatan dapat bekerja dengan nyaman dan pada akhirnya memastikan pasien terlayani dengan optimal. Tim audit berharap perubahan ini akan membawa perbaikan mutu pelayanan dan peningkatan keselamatan pasien.

Sebagai hasil dari audit, Kemenkes RI memberikan rekomendasi perbaikan yang terbagi dalam tiga jangka waktu. Untuk jangka pendek, menempatkan Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG) stanby pada saat Desember, Natal dan Tahun Baru, dan menghidupkan kamar operasi emergency (yang ada di kamar bersalin) di RSUD Abepura.

Jangka menengah, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk layanan pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek), perbaikan sistem rujukan, perbaikan sistem remunerasi berbasis kinerja, dan skema cepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis.

Lalu jangka panjang adalah perbaikan tata kelola rumah sakit mencakup bidang keuangan, bidang pelayanan medik, bidang SDM, pendidikan, dan penelitian serta bidang operasional. Selain itu, tim audit juga merumuskan 10 rekomendasi kritis yang harus segera diimplementasikan untuk menjamin keselamatan pasien.

10 rekomendasi tersebut yaitu tambah SpOG dan buat sistem back-up, libatkan dokter jaga IGD pada semua kasus obstetri, larangan pelaksanaan induksi aksitosin tanpa kesiapan operasi SC, monitoring DJJ dan HIS wajib/ketat, laboratorium buka 24 jam. Lalu, ambulans, driver standby 24 jam, konfirmasi RS tujuan wajib sebelum rujuk, formulir rujukan dan observasi ambulans harus lengkap, audit rekam medis harian (validitas TTD dan asesmen) dan program Ponek dan in house training (IHT) wajib dan berkelanjutan.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata   Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata   

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

1 day ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

1 day ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

1 day ago

Nasib Ratusan Mahasiswa Penerima Beasiswa SUP Terancam

  Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…

2 days ago

DPR Kota Jayapura Warning Pemkot

  Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…

2 days ago

Bangunan Liar dan Alih Fungsi Lahan Diminta Ditindak Tegas

   Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…

2 days ago