

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura, Mohammad Akmal (kiri) bersama Kasat Reskrim Polresta, Kompol Agus Ferinando Pombos (kanan) mengapit ML (tengah) yang diamankan di Kantor Imigrasi Jayapura, Rabu (24/4) kemarin. (FOTO:Gamel Cepos)
JAYAPURA – Kecurigaan petugas Imigrasi Kelas I Jayapura terhadap gerak gerik seorang pria berinisial ML yang tengah melakukan pembuatan kartu pelintas batas RI – PNG di Kantor Imigrasi Jayapura membuat ML langsung diamankan.
Ini lantaran selama ini pihak imigrasi mencurigai ada pihak yang memang dengan sengaja membuat dokumen palsu untuk kepentingan warga yang keluar masuk ke PNG. Saat itu juga keberadaan ML langsung dikonfirmasi kepada lima warga PNG yang telah lebih dulu diamankan dan ada pengakuan mendapatkan kartu dari ML.
Tanpa menunggu lama, instansi lain yakni Satrol Jayapura dan Polres Jayapura langsung dihadirkan. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura, Mohammad Akmal menjelaskan bahwa sejak pengungkapan penyelundupan pinang oleh tim Satrol disitu ada temuan bahwa salah satu pelaku yang tertangkap menggunakan identitas pelintas batas palsu.
“Awalnya kami tidak tahu jika ML yang buat namun petugas curiga dan memotret ML kemudian menanyakan ke warga PNG yang masih kami amankan kemudian disitu diakui bahwa mereka mengenal ML dan pernah dapat kartu dari dia,” jelas Mohammad Akmal di ruang kerjanya, Rabu (24/4).
Setelah diperdalam akhirnya ML juga mengaku bahwa dirinya mendapat bayaran sekitar 30 kina untuk satu kartu.
“Jadi dari penangkapan pinang itu kami terus telusuri ternyata kami malah menemukan yang bersangkutan di kantor Imigrasi dan sedang mengurus kartu pelintas batas untuk keluarganya,” bebernya.
Page: 1 2
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…