

Bentuk protes yang ditempel petugas medis di RSJ Abepura, Kamis (22/1). Foto: Jimi/Cepos
JAYAPURA – Wajah pelayanan kesehatan di Provinsi Papua “masih sakit”. Semangat dan konsep pembangunan kesehatan yang lebih baik selalu di dengung-dengungkan. Bahkan kadang DPR maupun eksekutif kerap melontarkan kalimat jangan lagi pelayanan terganggu, jangan lagi ada pasien ditolak dan jangan lagi ada yang mengeluh karena buruknya pelayanan. Kalimat ini terkesan hanya bombastis ketika ada masalah namun setelah itu persoalan serupa muncul lagi.
Ini terlihat di dua rumah sakit pemerintah yakni RSJ Abepura dan RSUD Jayapura. Bahkan untuk pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura untuk sementara waktu ditutup, hingga waktu yang tidak ditentukan. Penutup dilakukan diklaim atas persetujuan perwakilan 12 kepala unit rumah sakit. Adapun penutupan itu disampaikan langsung oleh sejumlah tenaga medis dan perawatan RSJ Abepura.
Serta, melalui pengumuman tertulis yang ditujukan kepada seluruh masyarakat dan pengunjung Rumah sakit pada, Kamis (22/1). Penutupan tersebut mencakup pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), poliklinik, laboratorium, serta farmasi. Kepada Cenderawasih Pos di lokasi, Welmince Wasawai salah satu suster sekaligus orator dalam aksi tersebut mengatakan bahwa penutupan tersebut dilakukan karena ditemukan sejumlah kendala serius yang belum terselesaikan.
Beberapa diantaranya adalah tidak tersedianya sejumlah obat-obatan di apotek rumah sakit, serta ketiadaan reagen di laboratorium yang dianggap menghambat pelayanan pemeriksaan medis.
“Kami melakukan orasi ini. Untuk sementara pelayanan rawat jalan, polik dan IGD di Rumah Sakit Jiwa Abepura kami tutup. Terkait dengan ketersediaan obat-obatan sangat kurang atau tidak ada. Untuk di laboratorium reagennya tidak ada. Hanya ketersediaan untuk pemeriksaan malaria saja. Sementara yang lainnya tidak ada,” ungkap Welmince.
Page: 1 2
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…