Categories: BERITA UTAMA

Natalius Pigai Singgung Tak Perlu Mainkan Opini

Menteri Sebut Ada 15 Orang Meninggal

 

JAYAPURA-Peristiwa kekerasan bersenjata yang terjadi di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 14 April 2026, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 15 warga sipil dan menyebabkan tujuh orang lainnya luka-luka.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyatakan pihaknya sejak awal terus memantau perkembangan peristiwa tersebut dengan menghimpun data dari berbagai sumber, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Kami mendapatkan data terbaru bahwa 15 orang meninggal dunia akibat serangan di Kembru dan tujuh orang luka-luka. Data ini masih terus kami dalami,” kata Pigai, dalam keterangan persnya, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan, pada tahap awal pihaknya menerima laporan lima korban jiwa. Namun, setelah dilakukan pendalaman dan verifikasi dari berbagai sumber, jumlah korban diperbarui menjadi 15 orang. Menurut Pigai, Kementerian HAM telah menetapkan peristiwa tersebut sebagai perhatian serius untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas keamanan nasional serta memastikan hak-hak korban terpenuhi.

“Karena itu, tidak perlu ada permainan opini. Pihak-pihak yang diduga terlibat sebagai aktor di balik serangan terhadap warga sipil agar segera diproses hukum. Jika ingin membantu negara Indonesia, maka proses hukum harus dijalankan secepatnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya penegakan hukum harus dilakukan secara proporsional dan tidak boleh berlebihan hingga menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Saya tidak ingin peristiwa yang menewaskan 15 orang dan melukai lainnya ini menjadi benang kusut atau noda hitam bagi bangsa, yang kemudian dapat dimanfaatkan pihak lain untuk menekan Indonesia dalam berbagai aspek. Oleh karena itu lebih baik saya buka,” ujarnya.

Pigai menegaskan pentingnya proses hukum yang transparan, adil, imparsial, dan bertanggung jawab untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut. Ia juga meminta semua pihak menahan diri dari spekulasi yang tidak berbasis fakta.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

4 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

5 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

6 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

7 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

8 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

9 hours ago