Categories: BERITA UTAMA

Tak Tertangani Rumah Sakit, Ibu Hamil Meninggal Bersama sang Bayi

Lalu Rabu (19/11) dari pukul 02.45 WIT dini hari hingga pukul 11.00 WIT tidak ada perubahan, tidak ada tanda-tanda untuk melahirkan. Dalam situasi ini keluarga almarhum baik dari pihak suami maupun pihak perempuan terus menanyakan mengenai tindakan selanjutnya untuk Irene dan bayinya. “Suster hanya menjawab bahwa akan dikonsultasi ke dokter dulu,” jawab suster seperti disampaikan kembali oleh sang suami, Neil Castro Kabey kepada Cenderawasih Pos, Kamis (20/11).

Jawaban ini kata Neil Castro justru menimbulkan pertanyaan dari keluarga, “Memang dokter dimana?, lalu suster senior menjawab bahwa dokter keluar daerah tiga hari yang lalu,” ujar Neil kembali menirukan jawaban pihak rumah sakit. Ini menimbulkan amarah dari pihak keluarga. Situasi semakin panik, keluarga Irene, terutama suami dan kedua orang tua memutuskan untuk segera bergeser ke rumah sakit lain.

Desakan keluarga semacam inilah yang akhirnya membuat ketiga suster di RS. Yowari menelepon ulang dokter dan disarankan ke RS Dian Harapan. Tiba di RS Dian Harapan sang istri dan keluarganya sekira pukul 12.30 WIT ditemani tiga suster dari RS Yowari. Terjadi perdebatan yang alot dan hasilnya membuat keluarga kecewa.

“Setelah berdialog dengan dokter di ruang IGD, dokter Kembali menyampaikan bahwa, RS.Dian Harapan belum bisa menerima pasien, karena full pasien,” kata Fredy Sokoy mewakili keluarga korban dalam keterangan tertulisnya kepada Cenderawasih Pos.Fredy Sokoy merupakan dosen Uncen. Kata ini mendatangkan tanya sebab dari RS Yowari sudah setuju sehingga pasien diberangkatkan.

Kondisi pasien saat itu semakin tidak kuat, terlihat ada bercak-bercak darah mulai keluar dari posisi serviks. Kata Fredy Sokoy pasien juga terlihat gangguan pernafasan. “Diskusi mulai ramai dan nada juga mulai naik volumenya karena perkataan dokter tidak terbukti. Akhirnya dengan melihat kondisi pasien yang melemah, disepakati oleh keluarga menuju ke RS. Abepura,” ungkap Fredy Sokoy.

Tiba di RSUD Abepura pukul 13.14 WIT pasien juga belum tertangani dengan alasan belum bisa menampung pasien. Tiga orang suster dan semua keluarga sempat merontak setelah melihat kondisi pasien sudah semakin parah, berteriak minta tolong dan menangis. Ketika itu Irene sempat berteriak jika dirinya sudah tidak kuat. Mirisnya situasi ini masih tak tertangani segera.

Page: 1 2 3 4 5 6

Juna Cepos

Recent Posts

Pembangunan Kantor Gubernur Papeg Dipastikan Mulai Tahun ini

Wakil Mentri PUPR Diana Kusumastuti saat melakukan kunjungan kerja melihat lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua…

4 hours ago

Pemkab Jayawijaya Mulai Latih Opertor Dinsos Terkait Perubahan DTKS ke DTSEN

Plt Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan data masyarakat miskin yang ada di Jayawijaya…

5 hours ago

Pemerintah Batasi Anak Bermedsos, Dorong Ekosistem Digital Aman dan Edukatif

Namun, KPAI juga menekankan pentingnya strategi lanjutan agar kebijakan ini tidak mengabaikan hak anak atas…

5 hours ago

Terbaik Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan, BPP Apresiasi Pemkab Biak

Apresiasi penghargaan pemerintah daerah terbaik itu disampaikan atau diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direkturat Jenderal…

6 hours ago

TNI Siaga 1 Gegerkan Publik

Aulia melanjutkan, salah satu upaya TNI dalam memperkuat pertahanan negara yakni menggelar apel rutin untuk…

6 hours ago

20 ASN Pemkot Terima Satyalancana Karya Satya

Penganugerahan tanda kehormatan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 60/TK/2025 tentang Penganugerahan Tanda…

7 hours ago