Categories: METROPOLIS

Afirmasi OAP dan Keadilan Harus Nyata

JAYAPURA – Langkah Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri yang menegaskan pentingnya data Orang Asli Papua (OAP) sebagai basis utama kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi dan pengamat di Papua.

Menanggapi pernyataan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Ribka Haluk, pada 23 Mei 2026, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum, menilai bahwa langkah tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat arah kebijakan afirmatif Otsus.

Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di Bumi Cendrawasih. Hal ini diperlukan agar seluruh program afirmasi yang dirancang oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat adat atau asli Papua.

Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum (foto:Jimi/Cepos)

“Data OAP itu penting karena menjadi instrumen strategis dalam menentukan kebijakan pembangunan, distribusi anggaran, pendidikan afirmatif, kesehatan, bantuan ekonomi, hingga rekrutmen ASN. Dengan data yang valid, maka kebijakan Otsus bisa lebih objektif dan tepat sasaran,” ujar Kossay dalam keterangannya tertulisnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar pelaksanaan Otsus selama ini sering kali berakar dari minimnya integrasi data yang akurat. Dengan adanya komitmen dari Kemendagri untuk menjadikan data OAP sebagai kompas utama, diharapkan tidak ada lagi ketimpangan sosial atau salah sasaran dalam penyaluran hak-hak afirmatif masyarakat Papua.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa prinsip utama Otonomi Khusus Papua bukan semata-mata terletak pada pendataan, melainkan pada pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak dasar Orang Asli Papua.

“Yang paling utama dalam Otsus Papua adalah penghormatan terhadap hak dasar Orang Asli Papua, percepatan kesejahteraan, pencegahan konflik sosial, dan menjaga integrasi nasional dalam bingkai NKRI. Jadi data itu instrumen pendukung, bukan tujuan utama dari Otsus itu sendiri,” tegasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Kantor Bupati Boven Digoel Ditahan

Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…

8 hours ago

Pemkab Merauke Godok Status Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…

9 hours ago

Kebakaran Hutan di Gunung Tembagapura Padam,  Potensi Api Susulan Perlu Diwaspadai

​Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…

10 hours ago

TNI Hormati Putusan MK Soal Pidana Umum di Pengadilan Umum

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…

10 hours ago

Siapkan Dana Cadangan Sejak Awal Tahun, Anggaran BLUD Terus Berputar

RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai  sejauh ini masih dalam kondisi…

11 hours ago

Aturan Sisa Kuota Internet Belum Dipatuhi Penuh

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…

11 hours ago