Categories: BERITA UTAMA

Di RSUD Jayapura, Stok Obat Kemoterapi Kosong

Pasien Kanker Terancam Tertunda Terapi

JAYAPURA-Sejumlah obat kemoterapi kembali mengalami kekosongan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan pasien kanker yang harus menunda, bahkan mengantre untuk mendapatkan terapi.

Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah obat penting untuk penanganan kanker saat ini tidak tersedia.
Obat-obatan yang kosong antara lain Finacs 5FU (Curasil), Cisplatin, Etoposide, Herzemab, Zoladex 10.8, Ifosfamid (Holoxan), Zoledronic Acid (Zoltero), Tamoxifen 10 mg, Filgrastim (Leucogen), serta obat penghilang nyeri seperti tramadol dan morfin, termasuk beberapa obat kombinasi lainnya.

“Kami di pelayanan berada dalam kondisi gali lubang tutup lubang. Pengadaan obat bukan di dokter, tetapi di manajemen rumah sakit,” ucap dr Jan kepada Cenderawasih Pos, Selasa (20/1).

Ia menjelaskan, kekosongan obat menyebabkan pasien kanker tidak dapat menjalani kemoterapi sesuai jadwal. Padahal, pengobatan kanker harus dilakukan secara berkesinambungan.

Misalnya, kemoterapi yang dijadwalkan setiap tiga minggu harus dijalankan tepat waktu agar efektif menekan pertumbuhan sel kanker. “Kalau pengobatan tertunda, kita justru memberi kesempatan sel kanker tumbuh kembali. Bahkan, kanker yang tumbuh kembali biasanya lebih agresif dari sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, keterlambatan terapi berisiko membuat kondisi pasien memburuk, termasuk perubahan stadium kanker dari stadium awal ke stadium yang lebih berat. Hal ini tidak hanya meningkatkan penderitaan pasien, tetapi juga berpotensi menaikkan angka kematian akibat keterlambatan pengobatan.

Jan menegaskan, kekosongan obat bukan kali pertama terjadi. Kondisi tersebut sudah berlangsung berulang kali, bahkan sejak sebelum dirinya bertugas di RSUD Jayapura.

“Kekosongan ini sudah kami sampaikan ke direktur rumah sakit. Informasi yang saya terima, persoalannya terkait keterbatasan dana dan beban utang masa lalu,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Cari Solusi Bersama Agar Pemalangan Tidak Terulang

  Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan dari pertemuan itu ada sejumlah persoalan yang disampaikan langsung…

12 hours ago

2.200 Rumah Bantuan Presiden Mulai Dibangun Januari 2027

Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) John Tabo, SE, M.B.A menyatakan  pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan…

13 hours ago

Karhutla Meluas, Pemprov Papua Selatan Perkuat Respons Cepat

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño meningkatkan kerawanan…

13 hours ago

Tim Panitia A Turlap ke Kampung Honelama 2

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Melke Mentang, S.H. menyatakan pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk memastikan…

14 hours ago

Dua Kelompok yang Berkonflik Diminta Segera Berdamai

​Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…

14 hours ago

Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel Bagi 91 Kampung

Pelatihan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom dan melibatkan operator…

15 hours ago