Dengan situasi tersebut, dr Jan mempertanyakan komitmen rumah sakit dalam menjadikan layanan kanker sebagai pelayanan unggulan. Menurutnya, klaim pelayanan unggulan tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan apabila ketersediaan obat tidak terjamin.
“Kalau dikatakan pelayanan kanker unggulan, faktanya tidak seperti itu. Program unggulan apa kalau obat saja tidak tersedia,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah sebagai pemilik rumah sakit dapat melihat kondisi ini secara serius dan mengambil langkah nyata. Sebab, pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Papua, harus benar-benar berorientasi pada kemanusiaan, bukan sekadar
wacana.
“Saya harap pemerintah hadir dan bertindak nyata sebagai pemilik rumah sakit, bukan hanya berbicara tanpa kebijakan yang jelas,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Tim Sapu Bersih Penyalahgunaan Migas Provinsi Papua menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi…
Persipura bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mutiara Hitam sebelumnya menjadi salah satu kandidat…
Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Kominfo Provinsi Papua, Thomas Sibi, menjelaskan bahwa…
Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarang, yang membuka kegiatan menegaskan pentingnya penguatan…