Dengan situasi tersebut, dr Jan mempertanyakan komitmen rumah sakit dalam menjadikan layanan kanker sebagai pelayanan unggulan. Menurutnya, klaim pelayanan unggulan tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan apabila ketersediaan obat tidak terjamin.
“Kalau dikatakan pelayanan kanker unggulan, faktanya tidak seperti itu. Program unggulan apa kalau obat saja tidak tersedia,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah sebagai pemilik rumah sakit dapat melihat kondisi ini secara serius dan mengambil langkah nyata. Sebab, pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Papua, harus benar-benar berorientasi pada kemanusiaan, bukan sekadar
wacana.
“Saya harap pemerintah hadir dan bertindak nyata sebagai pemilik rumah sakit, bukan hanya berbicara tanpa kebijakan yang jelas,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Kantor Bea dan Cukai Merauke Isa Ramadhan menyatakan, penanganan kasus kepemilikan puluhan bungkus rokok…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy Tohir Sabara mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui…
Mantan Kapolri dan Kapolda Papua ini mengapresiasi kondisi dan pelayanan RSUD Biak. Ia terkesan dengan…
Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…
Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…
PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…