Dengan situasi tersebut, dr Jan mempertanyakan komitmen rumah sakit dalam menjadikan layanan kanker sebagai pelayanan unggulan. Menurutnya, klaim pelayanan unggulan tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan apabila ketersediaan obat tidak terjamin.
“Kalau dikatakan pelayanan kanker unggulan, faktanya tidak seperti itu. Program unggulan apa kalau obat saja tidak tersedia,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah sebagai pemilik rumah sakit dapat melihat kondisi ini secara serius dan mengambil langkah nyata. Sebab, pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Papua, harus benar-benar berorientasi pada kemanusiaan, bukan sekadar
wacana.
“Saya harap pemerintah hadir dan bertindak nyata sebagai pemilik rumah sakit, bukan hanya berbicara tanpa kebijakan yang jelas,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…