Categories: BERITA UTAMA

Nahkoda KMN Sardi Utama Tewas Ditembak di Perairan PNG

MERAUKE- Kasus penembakan terhadap nelayan Indonesia yang masuk ke perairan PNG kembali terjadi. Kali ini menimpa nahkoda KMN Sardi Utama. Nahkoda dari kapal tersebut bernama Ahir dengan panggilan sehari-hari bernama Rizal dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Papua Selatan Taufik Latarissa kepada wartawan di Merauke mengungkapkan, kasus penembakan terhadap kapal nelayan asal Indonesia di Merauke bernama KMN Sardi Utama itu terjadi di perairan PNG pada tanggal 9 Juni 2026 sekira pukul 11.00 WIT.

‘‘Kami memperoleh informasi itu dari salah satu nelayan kita yang ada di kapal lain yang menghubungi kami bahwa terjadi penembakan terhadap KMN Sardi Utama yang menewaskan Nahkoda kapal,’’ kata Taufik Latarissa, Senin (15/6).

Taufik Latarissa yang juga menjabat sebagai anggota DPRL Merauke tersebut menjelaskan, ketika mendapat laporan by telpon tersebut, dirinya langsung menemui pemilik kapal dan membenarkan bahwa Nahkoda kapal tersebut tewas setelah ditembak.

‘’Informasi dari pemilik kapal, kalau sekitar pukul 08.00 WIT, masih melakukan komunikasi dengan Nahkoda kapal. Namun beberapa jam kemudian, mendapat kabar kalau Nahkoda tewas ditembak,’’ jelasnya.

Dari infiormasi itu pula, lanjut Taufik Latarissa, bahwa sebuah speed yang berjumlah 5 orang menggunakan pakaian seragam mendekati kapal Sardi Utama. Mereka membawa senjarta laras panjang. Kemudian salah satu diantara 5 orang tersebut mengeluarkan tembakan yang mengenai Nahkoda kapal.

‘’Kemudian mereka membawa jenasah tersebut. Namun sampai hari ini, kami belum mendapatkan informasi kemana jenasah itu dibawa. Kami sudah koordinasi dengan kemaritiman termasuk dengan kepala perbatasan, konsulat RI yag ada di PNG namun sampai sekarang belum ada titik terang terkait dengan mayat itu,’’ jelasnya.

Taufik Latarissa belum bisa memastikan apakah yang melakukan penembakan aparat pemerintah setempat atau semacam bajak laut.

Karena selain membawa jenazah Nahkoda kapal, juga membawa hasil tangkapan dan persediaan makanan yang ada di atas kapal. ‘’Diatas kapal tersebut ada 8 orang, termasuk Nahkoda.

Sementara dalam proses pulang ke Merauke namun masih melihat kondisi yang ada di sana. Mudah-mudahan mereka segera kembali ke Merauke dengan selamat,’’ harapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

14 minutes ago

MBG Tak Dipaksakan, Sekolah di Yahukimo Tetap Gratis

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Akso Balingga menyusul aksi demonstrasi pelajar yang…

1 hour ago

Cegah Narkoba, Gelar Operasi Antik Noken 2026 di THM

Kedatangan aparat gabungan ini merupakan bagian dari eksekusi Operasi Antik Noken 2026 yang digelar Kepolisian…

5 hours ago

Polres Mimika Bubarkan Tawuran dan Amankan Pemuda Bersenjata Tajam

Operasi yang dikemas dalam bentuk Patroli Gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) tersebut dipimpin langsung…

6 hours ago

Sukses Gelar Orientasi, Anggota DPRK Tolikara Siap Jalankan Tugas Legislasi

Kegiatan ditutup secara resmi melalui sambutan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang dibacakan oleh Asisten…

7 hours ago

Berikan Ruang Kepada Daerah Kelola Dana Tambahan Otsus

  Denny menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mengatur penggunaan Dana Tambahan Otsus melalui program-program yang…

8 hours ago