

Ketua Komisi D DPRK Jayapura, Deli Lusyana Watak (FOTO:Jimi/cepos)
Penanganan Stunting, TBC, HIV termasuk Kusta Jadi Sorotan
JAYAPURA – Penyebaran kasus HIV-AIDS di Kota Jayapura hingga kini terus melonjak dan mulai mengkhawatirkan. Bahkan bisa dibilang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Kondisi ini pun langsung ditanggapi serius oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura.
Ketua Komisi D DPRK Jayapura, Deli Lusyana Watak menyampaikan bahwa untuk mengurangi penyebaran dari penyakit itu pemerintah seharusnya bersinergi untuk rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan dampak dari virus tersebut.
“Dari pemerintah sendiri, kita harus bersinergi, berkerja sama untuk terus mengadakan sosialisasi. Agar dengan sosialisasi para pekerja seks komersial ini bisa paham bahwa pentingnya memakai alat kontrasepsi dalam melakukan suatu hubungan seks,” kata Deli kepada Cenderawasih Pos, Jumat (14/2).
Terkait dengan itu DPRK Jayapura mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah sigap. Pasalnya, penyebaran jumlah kasus HIV AIDS tahun ini cukup tinggi. Karena itu Ketua komisi D itu mengimbau kepada Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka menekan kasus HIV AIDS. “Harus ada upaya konkrit,” tegas Deli.
Deli menilai perlu adanya sosialisasi dan penyuluhan ke berbagai daerah di kota Jayapura, terutama terhadap masyarakat yang rentan terkena penyakit HIV AIDS.
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…