

MRP memfasilitiasi pertemuan masyarakat adat Kampung Nafri dengan pemerintah, di Kantor MRP, Kamis (15/10).
JAYAPURA–Masyarakat adat Kampung Nafri berencana melakukan pemalangan total jalan Holtekamp pada Rabu (21/10) pekan depan. Ancaman ini muncul menyusul kekecewaan masyarakat terhadap Pemerintah Provinsi Papua yang dinilai tidak merespons dua kali undangan mediasi terkait penyelesaian pembayaran ganti rugi tanah untuk pembangunan jalan Hamadi–Holtekamp.
Perwakilan masyarakat adat Kampung Nafri, Kristison Hanuebi, mengatakan, pihaknya telah dua kali mengikuti upaya fasilitasi pertemuan yang dilakukan Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kantor MRP. Pertemuan tersebut bertujuan mempertemukan pemerintah dengan masyarakat pemilik hak ulayat untuk membahas penyelesaian persoalan pembayaran tanah secara terbuka.
Namun, menurut Kristison, pemerintah tidak menghadiri kedua pertemuan yang dijadwalkan pada 9 Oktober dan Kamis (15/10) di Kantor MRP, sehingga masyarakat menilai tidak ada keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Page: 1 2
Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…
Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…
Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…
Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan, dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…
Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…
Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, mengungkapkan bahwa penangkapan pertama terjadi pada Selasa,…