Alberth juga mengajak masyarakat mendukung proses ini dengan baik dan tidak lagi terpecah dalam kubu 01 maupun 02. “Penyelenggara tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan kita semua. Yang paling penting, bagaimana kita bisa kembali harmonis,” katanya.
Ia menekankan agar masing-masing kandidat tidak melakukan kecurangan, karena hal itu hanya akan memperlambat proses dan memicu ketegangan. Menurutnya, cara bijak adalah mempercayakan hasil yang diperoleh dari TPS. “Selain visi dan misi, cara bijak mendukung pembangunan Papua adalah tidak melakukan kecurangan. Percayakan saja hasil yang ada di TPS,” tutur Alberth.
Ia menambahkan, integritas penyelenggara menjadi kunci untuk memulihkan Papua dari berbagai persoalan seperti kemiskinan, rendahnya pertumbuhan ekonomi, dan masalah kesehatan.
“Jangan sampai karena ego kita, Papua justru terjebak konflik. Berapa pun hasilnya, bahkan selisih satu suara pun harus diputuskan. Daerah lain sudah melangkah, sementara kita masih sibuk dengan PSU. Saya berharap ini menjadi PSU terakhir, dan kita siap menyambut pemimpin baru demi masa depan Papua,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…