Hal ini mengakibatkan masyarakat dapat mempercayai berita bohong (hoaks) yang dapat memicu konflik antar pendukung calon. Informasi hoaks ini tentu dapat berdampak negatif dan memperkeruh suasana. Lebih lanjut, hasil hitung cepat yang beredar di media sosial juga perlu diverifikasi keaslian dan keabsahannya. Methodius melihat akan lebih baik jika kedua paslon justru menampilkan data.
Menunjukkan data ril dari tiap TPS ketimbang hanya melakukan psywar lewat klaim kemenangan ataupun deklarasi.
Hal ini dapat memengaruhi dan memengaruhi opini publik di Papua. “Semoga tidak ada pemungutan suara ulang kedua atau PSU Jilid II di Provinsi Papua. Jika ada, tentu saja, melalui hasil putusan Mahkamah Konstitusi, hal ini dapat disahkan ketika terdapat temuan pelanggaran terhadap hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
“Saya sampaikan dan bisa disaksikan lewat rekaman rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri…
Sedangkan 36 orang lainnya masih dalam proses. Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengungkapkan bahwa jumlah…
Tak hanya itu pelaku yang bertugas di Mako Brimob Pelopor C itu juga diduga ikut…
Terpilihnya Abisai Rollo untuk ketiga kalinya dinilai sebagai bentuk kepercayaan penuh kader atas prestasi, dedikasi,…
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki doa yang dijamin tidak akan ditolak oleh…
Selama satu tahun kepemimpinan sosok pasangan berkharismatik ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara mencatatkan capaian signifikan. Melalui…