

ILUSTRASI: Korban pemerkosaan. (Kokoh Praba/Dok. JawaPos.com)
BOVEN DIGOEL– Pelaku persetubuhan terhadap anak di Boven Digoel berinisial ND (29) mengakui telah merudapaksa 29 korbannya. Namun kepolisian masih menunggu laporan dari para korban tersebut, meski pelaku telah mengakui telah menyetubuhi 29 korbannnya. ‘’Kalau pengakuan pelaku ada 29 orang korbannya. Tapi, kita masih menunggu laporan lainnya dari para korban tersebut.
Karena yang sudah melaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian baru 5 orang atau keluarga korban yang kita buat dalam 2 laporan polisi,’’ kata Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo dihubungi media ini lewat telpon selulernya, Selasa (5/5).
Kasat Reskrim Ishak O. Runtulalo mengungkapkan, dari laporan resmi yang diterima dari 5 korban rudakpaksa itu, perbuatan bejat itu dilakukan oleh pelaku pada bulan Februari dan April 2026 dengan waktu dan tempat yang berbeda. ‘’Dari laporan yang sudah masuk dari 5 orang korban itu, diketahui kasus rudapaksa itu terjadi di bulan Februari dan April 2026,’’ terangnya.
Mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Merauke itu mengungkapkan, modus yang dilakukan pelaku sama dengan cara mengancam korbannya dengan parang membuat video dimana tersangka mengancam korbannya akan memviralkan video tersebut di media sosial jika korbannya tidak mau. Pelaku juga mengancam para korban untuk tidak melapor ke Polisi.
‘’Video yang dibuat pelaku saat dalam keadaan tak menggunakan pakaian dan kemaluan korban,’’ jelasnya.
Awal kejadian, lanjut saat pelaku bertemu dengan korbannya yang merupakan anak di bawah umur kemudian menjanjikan akan memberikan hadiah handphone. Setelah menyetubuhi, kemudian mengancam korban untuk mencari korban lainnya dengan janji yang sama dan jika menolak akan memviralkan video yang sudah direkam sebelumnya.
Page: 1 2
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…