Categories: BERITA UTAMA

PGRI Ikut Mengawal Proses Hukum Pembunuhan Guru Amril

Pemerintah Perlu Menjamin Kemanan Guru dalam Pengabdian

JAYAPURA – Kasus pembunuhan terhadap Alm Amril Sidik, salah seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Jayapura mendapatkan perhatian serius dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) wilayah Papua.

Kepada Cenderawasih Pos, Ketua PGRI Papua, Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, meminta pelaku pembunuh terhadap Alm Amril dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku, termasuk mempertimbangkan hukuman maksimal. Namun sebelumnya PGRI turut menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan yang luar biasa atas peristiwa tragis yang menimpa almarhum.

“Kami dari PGRI Provinsi Papua menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan yang luar biasa atas peristiwa tragis yang menimpa rekan kami, Amril Sidik, seorang pendidik yang selama ini mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di Kota Jayapura,” ucap Elia dalam keterangan tertulisnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (9/7).

Jelasnya, tindakan kekerasan terhadap guru adalah bentuk kejahatan yang tidak hanya melukai keluarga korban, tetapi juga merusak nilai-nilai kemanusiaan dan dunia pendidikan secara keseluruhan.

“Kami meminta agar pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku, termasuk mempertimbangkan hukuman maksimal,” pintahnya.

Hal itu ia sampaikan karena apa yang dilakukan pelaku adalah tindak kejahatan berat terhadap seorang aparatur negara yang sedang menjalankan tugasnya. Untuk itu pihaknya minta kepolisian dapat memproses kasus ini dengan cepat, tegas, dan transparan, agar keadilan benar-benar ditegakkan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

5 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

5 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

6 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

6 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

7 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

7 hours ago