Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan penyelenggara layanan kesehatan. Ia mengingatkan agar tenaga medis tidak selalu menjadi pihak yang disalahkan ketika terjadi persoalan.
“Jangan selalu menyalahkan dokter dan perawat. Kalau mereka takut melayani karena khawatir disalahkan, lalu siapa yang akan melayani kesehatan masyarakat Papua,” katanya.
Lebih lanjut, Fakhiri menegaskan jika dirinya membuka akses komunikasi langsung bagi masyarakat yang mengalami kendala layanan kesehatan.
“Nomor saya terbuka untuk masyarakat. Tolong sampaikan lewat WhatsApp jika ada kendala, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia berharap, dengan penyampaian keluhan melalui jalur resmi dan komunikasi yang baik, kualitas pelayanan kesehatan di Papua dapat terus ditingkatkan tanpa menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…