Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan penyelenggara layanan kesehatan. Ia mengingatkan agar tenaga medis tidak selalu menjadi pihak yang disalahkan ketika terjadi persoalan.
“Jangan selalu menyalahkan dokter dan perawat. Kalau mereka takut melayani karena khawatir disalahkan, lalu siapa yang akan melayani kesehatan masyarakat Papua,” katanya.
Lebih lanjut, Fakhiri menegaskan jika dirinya membuka akses komunikasi langsung bagi masyarakat yang mengalami kendala layanan kesehatan.
“Nomor saya terbuka untuk masyarakat. Tolong sampaikan lewat WhatsApp jika ada kendala, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia berharap, dengan penyampaian keluhan melalui jalur resmi dan komunikasi yang baik, kualitas pelayanan kesehatan di Papua dapat terus ditingkatkan tanpa menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menyebutkan bahwa tahapan pendaftaran dibuka pada bulan Februari bulan depan. Bahkan jumlah formasi yang…
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Boby Awi menjelaskan bahwa kenaikan target tersebut seiring…
Menurutnya, LHP yang diserahkan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi cerminan sejauh mana pengelolaan keuangan…
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan makanan, kebersihan dan kelayakan dapur, kondisi…