Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan penyelenggara layanan kesehatan. Ia mengingatkan agar tenaga medis tidak selalu menjadi pihak yang disalahkan ketika terjadi persoalan.
“Jangan selalu menyalahkan dokter dan perawat. Kalau mereka takut melayani karena khawatir disalahkan, lalu siapa yang akan melayani kesehatan masyarakat Papua,” katanya.
Lebih lanjut, Fakhiri menegaskan jika dirinya membuka akses komunikasi langsung bagi masyarakat yang mengalami kendala layanan kesehatan.
“Nomor saya terbuka untuk masyarakat. Tolong sampaikan lewat WhatsApp jika ada kendala, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia berharap, dengan penyampaian keluhan melalui jalur resmi dan komunikasi yang baik, kualitas pelayanan kesehatan di Papua dapat terus ditingkatkan tanpa menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…