

ILUSTRASI TNI Siaga
JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk siaga 1. Perintah itu dikeluarkan pasca meletusnya perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) sejak akhir Februari lalu. Menurut pengamat militer Anton Aliabbas, TNI juga perlu mengantisipasi potensi melebarnya konflik di Timur Tengah itu ke Kawasan Asia Tenggara.
Menurut Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) itu, status siaga 1 TNI yang ditegaskan melalui apel khusus di kawasan Monas, Jakarta Pusat (Jakpus) telah memberi pesan bahwa TNI sudah bersiap dalam menghadapi situasi kedaruratan. Harapannya tentu saja publik lebih tenang dan bijak dalam membaca eskalasi konflik di Timur Tengah.
”Langkah itu hendaknya diikuti dengan peningkatan kesiapsiagaan dalam merespons potensi melebarnya konflik hingga ke kawasan Asia Tenggara-Asia Timur, mengingat saat ini terdapat dua potensi hotspot yaitu Laut China Selatan dan Selat Taiwan,” ungkap Anton dalam keterangan resmi pada Selasa (10/3).
Anton menyampaikan bahwa status siaga 1 TNI itu dapat dilihat sebagai bentuk konsolidasi awal kekuatan dalam mencermati dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Meski belum ada kegentingan di Indonesia, namun konsolidasi tetap diperlukan. Apalagi berbagai isu sempat muncul. Termasuk menyebabkan punic buying pembelian BBM.
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…