Categories: KEEROM

Bupati Piter Gusbager Launching Safari Ramadhan dan Alokasikan 2 Miliar

KEEROM – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H di Kabupaten Keerom resmi dibuka dengan penuh khidmat. Bupati Keerom, Piter Gusbager, secara resmi meluncurkan (launching) kegiatan Safari Ramadhan 2026 pada Selasa (10/3). Tak tanggung-tanggung, di hari pertama, orang nomor satu di “Negeri Tapal Batas” (Kabupaten Keerom) ini melakukan maraton kunjungan ke enam titik tempat ibadah.

Didampingi Wakil Bupati Daud dan Ketua TP-PKK Kabupaten Keerom, Ny. Angela Gusbager, menyapa umat di Masjid At-Taqwa Arso 7, Masjid Fisabilillah Arso 1, Masjid Darussalam Arso 8, Masjid Jami’atul Hidayah Arso 11, Mushola Baitul Salam Arso 11, dan menutup rangkaian hari pertama di Masjid Baitul Muttaqin Arso 10. Dalam sambutannya, Bupati Piter Gusbager mengungkapkan rasa syukurnya karena Kabupaten Keerom tetap mampu menjaga tradisi berbagi ini di tengah dinamika nasional yang fluktuatif.

“Kita bersyukur agenda ini bisa kita laksanakan. Di saat situasi di beberapa wilayah Indonesia mungkin sedang tidak terlalu bagus, kita di Keerom tetap bisa melaksanakan ini secara konsisten setiap tahun. Ini semua semata-mata karena anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkap Bupati Piter.

Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, Bupati mengumumkan total anggaran sebesar Rp 2 miliar yang dialokasikan khusus dalam Safari Ramadhan tahun ini. Setiap masjid yang dikunjungi menerima bantuan dengan nilai bervariasi antara Rp40 juta hingga Rp70 juta. Selain itu, Bupati Gusbager juga memberikan bantuan Rp 100 juta kepada beberapa masjid yang sedang dalam tahap pembangunan.

“Saya harap dana ini disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Bulan Ramadhan mengajarkan kita bahwa selain berpuasa, inti utamanya adalah berbagi,” tegasnya. Bupati dua periode itu juga menyampaikan pesan mendalam, ia memimpikan Kabupaten Keerom menjadi barometer kerukunan umat beragama di Tanah Papua, di mana Islam hadir dengan wajah yang ramah, mencintai budaya lokal, dan harmonis dalam keberagaman.

“Pesan saya, umat Muslim di sini harus menjadi ‘Muslim Keerom’. Artinya, Muslim yang kontekstual dan memiliki ciri khusus sehingga orang dari mana pun datang ke sini untuk belajar bagaimana Islam hidup berdampingan dalam keberagaman di Tanah Papua,” ucapnya. Bupati Gusbager menekankan pentingnya Islam yang kontekstual, Islam yang mencintai Kabupaten Keerom dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

45 minutes ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

2 hours ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

3 hours ago

Mengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label Warna

Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…

4 hours ago

Kemendikdasmen Buka Kuota Guru CPNS Tahun 2027

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…

11 hours ago

Papua Utara Akan Genapi Tujuh Wilayah Adat

Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…

12 hours ago