Categories: BERITA UTAMA

Masyarakat Dua Distrik Usir TNI dan OPM

Tak Mau Lokasi Pemukiman Dijadikan Lokasi Perang

JAYAPURA – Buntut dari tewasnya warga bernama Mesak Asipalek (sipil), dan Prek Sarera (anggota Operasi Papua Merdeka) akibat kontak tembak antara TNI dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada 15 Juni 2025 lalu. Masyarakat di Distrik Tangma dan Distrik Ukha, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan melayangkan bentuk protes.

Mereka memasang sejumlah baliho yang isinya melarang ada kontak tembak antara TNI Polri dan OPM atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Warga menolak ada kontak tembak dan pertumpahan darah. Termasuk berisikan pernyataan sikap, terkait hak-hak masyarakat sipil dalam hukum humaniter internasional di wilayah konflik bersenjata.

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) yang dipimpin pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Theo Hesegem mengatakan pemasangan baliho dilakukan karena masyarakat di Distrik Tangma dan Distrik Ukha hidup dalam kecemasan dan rasa trauma akibat kontak senjata antara TNI dan OPM di wilayah mereka.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

5 minutes ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

1 hour ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago