Ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat sipil untuk memberikan dukungan moral terhadap perjuangan masyarakat adat yang sedang menempuh jalur hukum tersebut. Menurutnya, solidaritas diperlukan agar masyarakat adat tidak menghadapi proses hukum itu sendirian.
Natalis menilai tanah dan hutan memiliki arti penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat Papua. Karena itu, ia mengingatkan bahwa upaya menjaga wilayah adat tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan tanah, tetapi juga dengan kelangsungan hidup masyarakat di masa depan.
Karena itu, Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal proses persidangan yang akan berlangsung di PTUN Jayapura, termasuk menghadiri sidang-sidang berikutnya sebagai bentuk dukungan terhadap para penggugat. “Harapannya, masyarakat tetap hadir dan mengawal proses ini, baik pada sidang pertama maupun sidang berikutnya,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Penganugerahan tanda kehormatan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 60/TK/2025 tentang Penganugerahan Tanda…
Kalimak Wanimbo alias Lalam Wanimbo alias Jengkol Lalam diduga terlibat dalam kasus kekerasan serta perampasan…
Namun namanya pedagang tentunya sulit menolak jika ada pembeli. apalagi jika hanya soal mengeluarkan barang…
Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febry V. Pardede, mengatakan pengungkapan tersebut tercatat dalam tiga…
Melalui pendaftaran yang dilakukan secara transparan, Polri mengajak pemuda Indonesia untuk mengabdi demi keamanan negara…
Sebagai ilustrasi Gambaran imajinasi, ilustrasi, seandainya rudal itu ditaruh di Kota Denpasar, maka bisa menjangkau…