Categories: BERITA UTAMA

Anggaran PSU Pilgub Diajukan Rp 364 Miliar

JAYAPURA – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nampaknya bakal menyerap anggaran  yang sangat besar. Bahkan lebih besar dari pelaksanaan Pilgub 2024 lalu. Bagaimana tidak, ada beberapa lembaga yang justru mengajukan anggaran yang cukup besar dibanding anggaran saat Pilkada pada November 2024 lalu.

Gubernur Papua, Ramses Limbong menyebut, KPU Papua mengajukan anggaran sebesar Rp 168 miliar. Angka ini lebih besar dibanding anggaran Pilkada pada November 2024 sebesar Rp 155 miliar. Kemudian Bawaslu Papua mengajukan sebesar Rp 151 miliar atau  hampir 200 persen lebih.

“KPU Papua mengajukan anggaran sebesar Rp 168 miliar. Sedangkan Bawaslu Papua, mengajukan Rp 151 miliar. Anggaran yang diminta Bawaslu justru lebih besar dari awal yang kita realisasikan pada Pilkada 2024 sebesar Rp 55 miliar,” ujarnya, Senin (3/3/2025).

Sedangkan untuk anggaran keamanan, Ramses menyebut tak ada perubahan. Dimana anggaran keamanan untuk kepolisian sebesar Rp 29 miliar sementara TNI Rp 19 miliar. Jika semua ditotal maka Papua membutuhkan

Rp 364 miliar untuk menggelar Pemilu akibat sebuah pelanggaran. Angka yang sangat fantastis tentunya di tengah efisiensi anggaran.

Meski begitu kata Ramsesn PSU harus tetap dilaksanakan, apa pun situasi dan kondisinya harus terlaksana dengan aman dan lancar tanpa hambatan yang berarti.  Gubernur Ramses tak menampik jika saat ini Pemprov sedang kesulitan fiskal. Namun hal itu sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Kita memang kesulian fiskal, namun itu sudah dilaporkan ke Kemendagri,” sambung Ramses. Ramses pun menekankan kepada KPU dan Bawaslu untuk melakukan penghematan seefisien mungkin.

“Salah satu yang saya sampaikan kepada penyelenggara yaitu, jika nanti ada debat kandidat, saya minta itu dilakukan di Jayapura. Sebab, itu bisa menopang atau bisa membuat suatu pertumbuhan ekonomi di Papua,” imbuhnya.

Selain itu, Ramses juga menekankan agar memanfaatkan fasilitas yang ada. Khususnya rapat-rapat menggunakan kantor yang sudah ada, begitu juga dengan kegiatan lainnya yang tidak perlu dilakukan perjalanan dinas. “Untuk perjalanan dinas, jika tidak perlu atau tidak penting maka tidak usah melakukan perjalanan dinas, bisa menggunakan zoom. Intinya bagaimana menghemat anggaran,” tutupnya. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

5 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

7 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

9 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

15 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

17 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago