Lebih lanjut, Frits menekankan bahwa pola aksi yang dilakukan Cipayung Plus Jayapura dapat dijadikan contoh atau pilot project bagi daerah lain di Indonesia. Ia menilai, pola komunikasi yang terbangun antara mahasiswa, aparat keamanan, dan DPR Papua dalam aksi tersebut menjadi bukti adanya semangat rekonsiliasi untuk menyelesaikan persoalan bangsa.
Dengan hadirnya Cipayung di Mapolda dan diterima langsung oleh Wakapolda, serta di DPRP oleh pimpinan dan anggot dewan, itu menjadi tanda bahwa ada ruang demokrasi yang dibangun secara sehat.
“Inilah rekonsiliasi yang perlu dicontoh oleh daerah lain. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menjaga agar gerakan mereka tidak menimbulkan dampak sosial negatif,” ungkapnya.
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…