

Warga Kampung Amunkay, SP 8 Tanah Miring saat antre minyak tanah, Kamis (24/9) (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Masyarakat Kampung Amunkay, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, rela mengantre di bawah terik matahari untuk mendapatkan minyak tanah (Mitan) di salah satu pangkalan yang berada di kampung tersebut.
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan membawa jeriken berbagai ukuran, mulai dari 5 liter, 10 liter hingga 20 liter.
Untuk jerigen ukuran 5 liter, sebagian warga bahkan membawa hingga lima jeriken. Sementara warga yang menggunakan jeriken ukuran 20 liter umumnya hanya membawa satu jeriken.
Antrean tersebut dilakukan warga untuk mendapatkan minyak tanah yang menjadi salah satu kebutuhan penting rumah tangga, terutama untuk keperluan memasak.
Salah seorang warga, Siti Kohijah, mengatakan minyak tanah masih menjadi pilihan utama masyarakat karena semakin sulit mendapatkan kayu bakar di sekitar kampung. “Sekarang pakainya minyak tanah, karena untuk kayu bakar sulit kita dapat,” katanya.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…