Mereka juga meminta Komnas Perempuan memberikan perlindungan hukum dan pemulihan psikososial, serta mendesak Komnas HAM RI melakukan penyelidikan terkait dugaan upaya pembungkaman terhadap Mama Yasinta dan memastikan pihak-pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.
Sementara itu, Pendamping Hukum Suara Perempuan Papua Bersatu, Novita Opki, mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada Mama Yasinta.
Menurutnya, kondisi yang dialami Mama Yasinta saat ini patut menjadi perhatian bersama dan tidak seharusnya memunculkan tindakan menyalahkan korban.
“Mari kita dukung perjuangan Mama Yasinta. Kami meyakini apa yang dilakukan beliau saat ini bukan sepenuhnya lahir dari kehendaknya sendiri, melainkan ada tekanan dari pihak tertentu yang ingin menciptakan kesan bahwa masyarakat Papua, khususnya Mama Yasinta, mendukung PSN,” pungkas Novita. (el/rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kondisi fasilitas publik itu saat ini sangat memprihatinkan. Bangunannya tampak kosong, kotor, dan tidak terawat…
PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di…
Dengan lantang, para pemuda ini meneriakkan slogan “Tolak PSN, Papua Bukan Tanah Kosong”. Seruan tersebut…
–Pemerintah Kabupaten Waropen berhasil mencatat sejarah baru dengan meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari…
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan target…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jayapura meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian…