Mereka juga meminta Komnas Perempuan memberikan perlindungan hukum dan pemulihan psikososial, serta mendesak Komnas HAM RI melakukan penyelidikan terkait dugaan upaya pembungkaman terhadap Mama Yasinta dan memastikan pihak-pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.
Sementara itu, Pendamping Hukum Suara Perempuan Papua Bersatu, Novita Opki, mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada Mama Yasinta.
Menurutnya, kondisi yang dialami Mama Yasinta saat ini patut menjadi perhatian bersama dan tidak seharusnya memunculkan tindakan menyalahkan korban.
“Mari kita dukung perjuangan Mama Yasinta. Kami meyakini apa yang dilakukan beliau saat ini bukan sepenuhnya lahir dari kehendaknya sendiri, melainkan ada tekanan dari pihak tertentu yang ingin menciptakan kesan bahwa masyarakat Papua, khususnya Mama Yasinta, mendukung PSN,” pungkas Novita. (el/rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Papua berharap pemerintah daerah terus mempermudah…
Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengatakan pendataan tersebut dilakukan melalui Dinas…
Kapolres mengatakan, sertijab tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk…
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban, yakni berupa beras, mi instan,…
Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah…