

Wakapolres Jayawijaya Kompol Albertus Mabel, S,IK, M.AP (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Polres Jayawijaya mengakui upaya penanganan lanjutan pasca konflik yang terjadi di distrik Wouma beberapa bulan Mei lalu meskipun sudah selesai tapi masih ada gesekan- gesekan kecil yang masih saja terjadi di tengah masyarakat, oleh karena itu, pemerintah diharapkan bisa segera mengambil langkah kongkrit guna memulihkan situasi keamanan.
Wakapolres Jayawijaya Kompol Albertus Mabel, S,IK, M.AP menyatakan meskipun konflik telah selesai namun tak bisa dipungkiri jika masih ada gesekan -gesekan kecil yang terjadi dalam masyarakat, oleh karena itu pemerintah perlu segera mengambil langkah yang telah disepakati dalam penandatanganan kesepakatan damai atau patah panah 23 mei lalu.
“Langkah -langkah ini harus dilakukan segera untuk mencegah upaya balas dendam dan juga gesekan-gesekan yang masih saja terjadi, sebab dalam penandatanganan patah panah tersebut ada beberapa poin yang disepakati salah satunya rekonsiliasi bangunan yang terbakar,”ungkapnya Kamis (16/7) di Wamena.
Albertus Mabel menilai sebagai anak lembah sendiri melihat proses patah panah yang dilakukan itu belum sepenuhnya menyelesaikan masalah atau dinilai oleh sebagian masyarakat tidak sah, hal ini yang mungkin perlu mungkin perlu di komunikasikan secara baik sehingga proses -proses yang didasari dengan penyelesaian ada ini bisa diterima kedua belah pihak.
“Dalam penyelesaian itu, memang teman–teman dari kurima kurang puas sebab penyelesaian lewat adatnya itu tidak dilakukan, hanya cuma patah panah saja,” Kata Wakapolres Jayawijaya
Di tempat yang sama Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) Theo Hesegem menilai jika upaya mediasi yang dilakukan pemerintah kurang maksimal atau belum sepenuhnya bisa mendamaikan situasi konflik
“Kami ingin menyarankan kepada pemerintah untuk menyampaikan hasil yang disepakati dalam perdamaian itu, kalau tidak dilakukan sosialisasi secara efektif pasti gesekan-gesekan itu akan terjadi,” katanya.
Ia juga menambahkan jika, perdamaian yang sudah dilakukan itu harus dievaluasi kembali oleh pemerintah, dan yang terpenting bagaimana rumah -rumah warga yang terdampak dari konflik tersebut bisa segera ditangani atau dibangunkan kembali, ini yang menjadi harapan masyarakat.
“Dampak dari konflik ini sebenarnya banyak yang dirugikan, sehingga memang perlu keseriusan dari pemerintah untuk menindaklanjuti masalah ini,” tutup Theo. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…
Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…
Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…
Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…