Menurut Ribka, pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan dan budaya lokal berisiko menimbulkan persoalan sosial serta mengikis identitas masyarakat Papua di masa depan.
Sementara itu, Ketua Umum APS, Laus Deo Calvin Rumayom, mengatakan APS hadir untuk membantu pemerintah merumuskan solusi pembangunan Papua berbasis kontribusi dan pemikiran anak-anak Papua sendiri. “Kami ingin membuktikan bahwa orang Papua mampu berkontribusi besar bagi pembangunan,” katanya.
Sedangkan Gubernur Papua Matius D Fakhiri melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekda Papua Christian Sohilait menegaskan pembangunan Papua tidak boleh memutus akar budaya masyarakat adat. “Pembangunan harus bertumbuh dari nilai lokal, pengetahuan tradisional, dan kearifan hidup masyarakat Papua,” ujarnya. Sambungnya, Pemerintah Provinsi Papua meyakini masa depan Papua tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan harmonisasi sosial. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Wakil Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya, Maximus Itlay,S.IP menyatakan setelah mendapatkan surat dari pimpinan DPRK…
egenda Persipura Jayapura, Fison Merauje menilai pertemuan sang juara bertahan Argentina dengan Spanyol merupakan sebuah…
Wakapolres Jayawijaya Kompol Albertus Mabel, S,IK, M.AP menyatakan meskipun konflik telah selesai namun tak bisa…
Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan…
Merespons tragedi terbaru yang menewaskan seorang pemancing bernama Firman (22) pada, Selasa (14/7) dini hari,…
Gabungan personel Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim, Ka SPKT, Samapta, Polsek Merauke Kota, dan Polsek…