Categories: PATROLI

Satgas Pangan Papua Distribusikan 500 Ton Beras

JAYAPURA–Dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, Satuan Tugas Pangan Daerah (Satgasda) Papua akan mendistribusikan 500 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke tiga wilayah Provinsi yakni Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

Dirkrimsus Polda Papua selaku Kasatgas Pangan Daerah Papua, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Bulog terkait ketersediaan stok beras SPHP tersebut.

“Kami baru saja koordinasi dengan teman-teman Bulog. Sudah masuk kurang lebih 500 ton beras SPHP yang dalam waktu dekat akan kita distribusikan ke wilayah kabupaten, khususnya di Papua,” ujarnya, Kamis (26/2)

Menurutnya, distribusi direncanakan mulai pekan depan setelah finalisasi kebutuhan, jalur distribusi dan moda transportasi. Beras tersebut akan digelontorkan ke pasar guna menjaga keterjangkauan harga, khususnya dua minggu menjelang Idulfitri.

Selain memastikan ketersediaan stok, Satgasda juga telah menyiapkan gudang-gudang filial di luar gudang Bulog. Gudang tersebut disiapkan oleh jajaran Polres sebagai tempat penampungan sementara sebelum beras didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Total ada 21 kabupaten/kota yang memiliki fasilitas gudang, termasuk gudang Bulog. Di luar Bulog ada sekitar 16 gudang filial yang disiapkan Polres,” jelasnya.

Terkait kecukupan stok beras untuk tiga provinsi tersebut, Rama menyebut pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Ia menegaskan, tujuan utama distribusi ini adalah mengintervensi pasar agar harga tetap stabil dan terjangkau masyarakat.

Satgasda Papua sendiri bekerja berdasarkan Surat Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas) tentang Satgasda Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu dan Keamanan Pangan. Setiap hari dilakukan analisa dan evaluasi (Anev) guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga 14 komoditas bahan pokok di pasaran.

“Bicara stabilitas harga, seluruh komoditas harus berada di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) atau HAP (Harga Acuan Penjualan). Memang secara umum rata-rata masih di atas HET, seperti beras, minyak goreng dan cabai. Tapi kami terus berikhtiar melakukan mitigasi dan intervensi,” tegasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Curanmor Dominasi Kejahatan di Kab.Jayapura, Mei Tertinggi Capai 61 Kasus

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…

7 hours ago

Polres Biak Amankan Belasan Kendaraan yang Dimodifikasi

Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…

8 hours ago

Anggaran Terbatas, Pemprov Papsel  Tunda Penambahan OPD

“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…

9 hours ago

Tekad Cawor Kembalikan Persipura ke Liga 1

Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…

10 hours ago

Pengemudi Ayla Merah Ditahan di Polresta Jayapura

   Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…

11 hours ago

Andika Wisnu Kerja Keras Demi Kejayaan Tim

Mantan pemain PSBS Biak itu memiliki tekad besar untuk bisa mempersembahkan prestasi bagi tim kebanggaan…

12 hours ago