

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen (foto: Karel/Cepos)
JAYAPURA-Belakangan ini warga Kota Jayapura dihantui beredarnya flayer yang menyebut adanya sindikat begal beraksi di malam hari. Kabar tersebut semakin menguat seiring munculnya informasi penemuan mayat di sejumlah titik, seperti di depan Kantor KPU Papua pekan lalu, kemudian di kawasan Buper Waena, hingga kabar adanya korban begal di kompleks Kolam Buaya, Entrop, pada Minggu (28/9) malam.
Kabar tersebut membuat masyarakat panik. Namun, belakangan pihak keluarga korban mengklarifikasi bahwa peristiwa yang menimpa korban bukanlah aksi begal, melainkan kecelakaan tunggal.
Kendati demikian, flyer serta berbagai postingan terkait begal masih terus berseliweran di grup-grup WhatsApp maupun media sosial, termasuk Facebook.
Menanggapi fenomena ini, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sosial benar adanya.
“Seperti kejadian kecelakaan tunggal di jalan alternatif dekat Kolam Buaya, Entrop, pada Minggu (28/9) sore. Foto korban justru dinarasikan sebagai korban begal dan sempat viral, sehingga membuat masyarakat panik. Padahal faktanya itu kecelakaan tunggal. Informasi seperti ini hanya menciptakan keresahan,” tegas Kapolresta saat ditemui wartawan di Mapolsek Abepura, Selasa (30/9).
Menanggapi aspirasi para petani, Menteri Pertanian langsung menghubungi pihak Pertamina untuk mencari solusi atas keterbatasan…
Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan…
Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S,IP, M.KP meminta Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan…
Ketua Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Terius Wakur meminta Gubernur Papua Pegunungan segera memberikan teguran…
Mediasi mempertemukan Buang Mahuze yang mengaku sebagai pewaris hak ulayat atas tanah tersebut dengan Kepala…
Serah terima tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung penguatan birokrasi di provinsi termuda…