Diujung debat calon gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano menyampaikan pesan bahwa dirinya hadir dalam debat tersebut tidak hanya sebagai calon gubernur tetapi sebagai anak adat yang ingin membangun tanah ini (Tabi-Saireri).
Jelasnya Papua yang sejahtera tidak ada lagi kelaparan, tidak ada lagi ibu yang melahirkan tanpa ada akses kesehatan atau pemuda yang kehilangan arah karena tidak ada kesempatan. “Papua yang maju adalah ketika pembangunan menyentuh hingga kampung-kampung, ketika teknologi membuka masa depan yang cerah. Papua yang inklusif adalah Papua yang tanpa memandang suku dan agama atau latarbelakang lainnya,” terang pria yang akrab disapa BTM itu diujung debat.
Lebih lanjut ia menegaskan Papua yang berkelanjutan adalah Papua yang bangun tanpa merusak tanah adat dan kearifan lokal yang ada. “Papua tidak hanya mewariskan kekayaan tetapi juga mewarisikan kelestarian,” pungkasnya.
Sementara itu Paslon nomor urut 2, Matius Fakhiri optimis membangun Papua dengan dukungan 16 partai koalisi dalam pemerintahan. Ia juga mengajak masyarakat untuk membangun Papua dengan kasih.
“Saya Mathius Fakiri dan Aryoko Rumaropen, kami yakin mampu membangun Papua karena kami didukung oleh kualisi partai yang ada dalam pemerintahan. Kami meyakini itu. Mari membangun Papua dengan kasih, karena kasih menembus perbedaan,” ujar pria yang akrab disapa MDF itu.
Tegasnya Papua akan menjadi maju dan harmoni sejahtera dan, cerdas. Tak hanya itu ia juga mengajak pendukungnya untuk menjaga dan terus saling mendoakan satu sama lain demi kesejahteraan masyarakat.
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…