Sebab mereka melakukan persiapan sangat keras untuk tampil tahun ini. “Sejak DBL tahun lalu kami kalah di final, kami hanya istirahat satu minggu. Setelah itu kami langsung latihan. Sehingga target kami memang juara,” ungkap Rizaldi. Ia juga membeberkan rahasia mereka untuk meredam anak-anak Kota Rusa.
“Saya hanya berusaha untuk mematikan pergerakan tiga pemain kunci mereka. Itu cara kami untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya. Kemudian sang kapten, Juan Tomosoa mengaku ini gelar sangat penting bagi dirinya. Sebab DBL tahun ini merupakan edisi terakhir bagi dirinya. “Saya sudah kelas dua sehingga saya sangat bangga bisa mempersembahkan gelar juara untuk sekolah. Dan ini untuk teman-teman, orang tua,” tutupnya. (eri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa sesaat setelah menerima laporan masyarakat, Kapolsek…
Kedatangan Gubernur Apolo disambut meriah oleh para siswa sekolah dasar yang berdiri di sepanjang jalan…
Keluarga besar Bupati Keerom, Piter Gusbager, melayangkan peringatan keras kepada Panji Agung Mangkunegoro. Peringatan ini…
Upacara tersebut dipusatkan di Stadion Katalpal, Kabupaten Merauke, Senin (17/8), dan diikuti jajaran Pemerintah Provinsi…
Yonif TP 860/NSK menggelar panen raya hasil ketahanan pangan (Hanpangan) di Kampung Ruambak Jaya SP…
Menurut Albert Rapami, rencana Pengurus Provinsi Gateball Papua Selatan untuk memperluas sosialisasi olahraga tersebut ke…