Sebab mereka melakukan persiapan sangat keras untuk tampil tahun ini. “Sejak DBL tahun lalu kami kalah di final, kami hanya istirahat satu minggu. Setelah itu kami langsung latihan. Sehingga target kami memang juara,” ungkap Rizaldi. Ia juga membeberkan rahasia mereka untuk meredam anak-anak Kota Rusa.
“Saya hanya berusaha untuk mematikan pergerakan tiga pemain kunci mereka. Itu cara kami untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya. Kemudian sang kapten, Juan Tomosoa mengaku ini gelar sangat penting bagi dirinya. Sebab DBL tahun ini merupakan edisi terakhir bagi dirinya. “Saya sudah kelas dua sehingga saya sangat bangga bisa mempersembahkan gelar juara untuk sekolah. Dan ini untuk teman-teman, orang tua,” tutupnya. (eri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…