“Daripada sekadar dimusnahkan, kita berpikir kalau kendaraan yang memang tidak bertuan atau tidak teridentifikasi ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak SMK untuk latihan dan mengembangkan ilmunya,” beber Luthfie.
Kapolrestabes Surabaya mengimbau masyarakat yang pernah menjadi korban pencurian kendaraan bermotor untuk datang ke Bazar Ranmor, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
“Jadi memang jadwal ini tidak harga mati ya. Kalau misalnya nanti masyarakat da yang terkendala karena sedang kerja dan lain-lain, nanti bisa diambil di luar hari ini atau mungkin di luar jam dinas. Kami tetap akan layani,” tukasnya. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…
Masyarakat di Kota Jayapura akhirnya seperti diajari untuk menerima situasi ini karena belum ada perubahan…
Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…
Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…
Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa…