Categories: EKONOMI BISNIS

Harga Bapok di Pasar Melejit, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

JAYAPURA – Harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar tradisional Kota Jayapura, mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos di Pasar Youtefa dan Pasar Otonom Kotaraja, Distrik Abepura, Senin (18/5), kenaikan paling drastis terjadi pada komoditas bumbu dapur seperti cabai, tomat, dan duo bawang. Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan baik oleh para pedagang maupun emak-emak yang berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah cabai rawit dan tomat.

Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 – 60.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit kian “pedas” dan menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram. Tidak hanya itu, komoditas bawang juga ikut merangkak naik. Bawang merah saat ini dibanderol seharga Rp 70.000 per kilogram, disusul bawang putih yang kini mencapai Rp 55.000 per kilogram. Selain keempat komoditas utama tersebut, sejumlah sayur-mayur dan bahan pokok lainnya juga dilaporkan ikut mengalami penyesuaian harga.

Menurut Ambran (27) salah satu pedagang di Pasar Youtefa, kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil serta faktor cuaca yang mengganggu hasil panen petani lokal.

“Pasokan yang masuk sedikit, sedangkan permintaan tetap tinggi. Jadi mau tidak mau modalnya naik, kami juga harus sesuaikan harga jual,” ujarnya.
Kondisi ini membuat para pedagang di Pasar Otonom Kotaraja dilematis. Di satu sisi mereka harus menaikkan harga karena modal yang dikeluarkan sudah tinggi, namun di sisi lain mereka harus menghadapi protes dari para pelanggan.

Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Otonom, Mama Maryam (42), mengeluhkan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, faktor cuaca buruk dan tersendatnya pasokan dari tingkat distributor menjadi pemicu utama.

“Kami ambil dari agen sudah mahal sekali, anak. Tomat sekarang kita jual Rp 45.000, padahal biasanya tidak sampai segitu. Cabai yang paling parah, sudah tembus Rp 100.000 per kilo. Kalau harga naik begini, modal kita membengkak tapi pembeli malah sepi. Banyak yang biasa beli satu kilo, sekarang cuma beli satu ons atau dua ons saja,” keluh Mama Maryam saat ditemui di lapaknya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

7 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

8 hours ago

Fenomena Blue Moon, Warga Pesisir Waspadai Pasang Air Laut

Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…

9 hours ago

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…

10 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

11 hours ago

Memiliki Kesamaan Budaya Sepak Bola, Bek Persipura Sebut Papua Mirip Brasil

Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…

13 hours ago