Categories: NASIONAL

Penembakan di Puncak, Pemprov Papua Tengah Langsung Koordinasi dengan TNI-Polri

PJAYAPURA – Terkait dengan peristiwa yang terjadi di Kabupaten Puncak, mulai dari penembakan tukang ojek dan penembakan seorang pemuda yang menurut Polisi adalah KKB. Maka Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah melakukan langkah langkah termasuk akan menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan semua kejadian tersebut.

Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk mengaku sudah berkoordinasi dengan Danrem dan LO Polda untuk segera melakukan langkah langkah upaya penanganan yang terjadi di Kabupaten Puncak. Termasuk bisa mengungkapkan siapa pelaku dibalik penembakan tukang ojek.

“Saya minta bisa diungkap siapa pelakunya supaya tidak ada korban korban berikutnya,” tegas Pj Gubernur Papua Ribka Haluk.

Sementara itu, terkait dengan adanya orang yang juga ditembak di Puncak. Ribka mengatakan jika dirinya menerima banyak versi laporan, sebagaimana ada yang mengatakan meninggal di kebun, penembakan KKB dan lainnya.

“Soal penembakan itu saya tidak ingin menjastis, yang jelas kami Pemerintah Papua Tengah sedang menurunkan tim terkait beberapa kejadian yang terjadi di Kabupaten Puncak. Setelah tim dari lapangan baru kita bisa ketahui letak persoalan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Ribka juga mengatakan jika Pemda setempat sudah melakukan negosiasi dengan pihak keluarga korban.

Sementara itu, terkait dengan pelayanan ojek di Kabupaten Puncak, Ribka menyampaikan jika Pemerintah Kabupaten Puncak sudah membuat peraturan khusus untuk layanan ojek. Dimana saudara saudara dari luar puncak atau luar Papua hanya bisa beroperasi dalam kota. Sementara masyarakat OAP khususnya warga Puncak dia bisa pelayanan ojek kepada masyarakat sampai ke kampung di luar dari kota.

“Soal pelayanan ojek kepada masyarakat sudah ada peraturan yang dibuat pemerintah setempat. Terlebih kejadian penembakan terhadap tukang ojek yang terus berulang,” terangnya.

Dikatan Pj Gubernur Ribka, banyak sekali terjadi penembakan saudara saudara kita dari luar Papua terjadi di pinggiran kota. Sehingga pihaknya berharap semua harus mematuhi setiap aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah setempat.

“Bukan membatasi melainkan untuk mengantsipasi hal hal yang tidak diinginkan yang terjadi pada masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Ia pun berharap masyarakat menjaga keamanan dan keselamatan masing masing orang. Bisa pelayanan ojek namun harus sesuai aturan, dimana saudara saudara dari luar cukup dalam kota saja melakukan pelayanan ojek. Sementara yang pinggiran atau jauh dari kota nanti masyarakat asli daerah yang melayani, sebab itu daerah rawan.

“Kepada masyarakat diimbau untuk tetap mawas diri dan sama sama menjaga keamanan di Papua Tengah khususnya di Kabupaten Puncak,” pungkasnya. (fia).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

19 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

1 day ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

1 day ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

2 days ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

2 days ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

2 days ago