Categories: NASIONAL

Ledakan Hebat di Selat Hormuz, 3 ABK Indonesia Hilang Misterius

Asesmen Dewan Intelijen Nasional yang didasarkan pada sepekan serangan AS dan Israel, seperti dilansir Washington Post edisi Sabtu (7/3), juga menyebut, kalangan oposisi Iran yang terfragmentasi tidak akan mampu mengambil alih kekuasaan. Dewan juga mempertanyakan basis asumsi Gedung Putih bahwa perang bisa diakhiri dalam empat sampai enam pekan.

Presiden AS Donald Trump yang pertama berkoar kalau perang bakal bisa diselesaikan dalam empat sampai enam pekan. Meski kemudian narasinya berubah menjadi “sampai tujuan yang ingin dicapai AS tercapai”.

Persoalannya, narasi tujuan AS juga terus berubah-ubah. Mulai dari penghentian program nuklir, pergantian rezim, sampai penghancuran misil balistik. Belakangan, Pusat Komando AS (CENTCOM) di Tampa, Florida, justru mengajukan permintaan tambahan personel karena perang bisa berlangsung sampai September nanti.

Asesmen Dewan Intelijen AS itu sejalan dengan analisis Arman Mahmoudian, periset tamu di Institut Keamanan Nasional dan Global Universitas South Florida. Iran dinilai mampu berperang dalam durasi panjang.

Kuncinya ada pada efektivitas serangan. “Jika Iran berhasil menjaga serangan misil mereka tak sampai 50 per hari, perang ini bisa berlanjut sampai berpekan-pekan. Iran tak punya masalah dengan stok proyektil,” katanya kepada Middle East Eye.

Sementara itu, Rusia diduga membantu Iran menyempurnakan penargetan aset AS di kawasan Teluk Persia. Washington Post, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Iran kini lebih mampu melacak kapal perang dan pesawat AS berkat bantuan intelijen sekutu lama mereka tersebut.

Middle East Eye telah menghubungi Departemen Luar Negeri AS untuk meminta konfirmasi, tetapi tidak menerima tanggapan tepat waktu. Yang pasti, setidaknya sembilan pangkalan militer AS berhasil diserang Iran dalam kurun 48 jam pertama perang.

Senin (2/3) pekan lalu, Iran juga berhasil menggempur markas CIA di Riyadh, Arab Saudi, yang dirahasiakan dan menewaskan sejumlah personel badan intelijen AS tersebut.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

1 day ago

Seminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum Diketahui

Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…

1 day ago

Ribuan ​Artefak dan Dokumen Bersejarah Papua dari Belanda Dipulangkan

​Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…

1 day ago

Gara-gara Asap, Pasien Sempat Dievakuasi

Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…

1 day ago

Libatkan 9 Dokter, Langkah Pertama Buat Saluran Pembuangan Feses

Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…

1 day ago

Ternyata Bukan dari Tepung Ubi, Pakar IPB Sebut Tepung Jagung

Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…

1 day ago