Categories: FEATURES

Diyakini Bisa Mempertegas Peran OAP Menjadi Tuan di Negeri Sendiri

Menyoal Rencana Revisi PP No 54 Tahun 2004 tentang Majelis Rakyat Papua.

Majelis Rakyat Papua (MRP) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2004 tentang Majelis Rakyat Papua. Salah satunya seperti yang disampaikan anggota MRP Benny Sweni.

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua sekaligus menyesuaikan dinamika pemekaran daerah berbasis wilayah adat di Tanah Papua. Anggota Majelis Rakyat Papua, Benny Sweni, menegaskan bahwa revisi PP 54 sangat relevan dengan perkembangan pemerintahan di Papua saat ini.

Menurutnya, lahirnya daerah otonom baru seperti Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, hingga Papua Barat Daya harus diikuti dengan penguatan perlindungan terhadap hak-hak dasar Orang Asli Papua (OAP).

“Usulan revisi PP 54 ini sangat bagus karena penting untuk mensinkronisasikan pemekaran wilayah administratif dengan eksistensi wilayah adat. Pemekaran provinsi yang dilakukan pemerintah harus menjadi momentum memperkuat hak-hak dasar orang asli Papua,” ujar Benny, Jumat (15/5).

Ia menjelaskan, pembentukan provinsi baru di Papua sejak awal memang mempertimbangkan aspek wilayah adat, bukan sekadar pembagian administratif pemerintahan. Pemekaran, kata dia, bertujuan mendekatkan pelayanan publik, memperpendek rentang kendali pemerintahan, sekaligus membuka ruang percepatan pembangunan.

Menurut Benny, pemekaran berbasis wilayah adat juga diharapkan mampu mengembangkan potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia secara lebih optimal sesuai karakteristik daerah masing-masing.

“Spirit pemekaran itu supaya potensi daerah berkembang, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Jadi melalui pemekaran ini, masyarakat lokal harus benar-benar merasakan manfaatnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik, hukum, dan keamanan,” katanya.

Benny menegaskan bahwa semangat utama Otsus Papua ialah memastikan orang asli Papua menjadi Tuan di Negerinya Sendiri. Karena itu, MRP mendorong agar putra-putri asli Papua dari wilayah adat setempat diberi ruang lebih besar untuk memimpin di daerahnya sendiri, baik dalam jabatan politik, pemerintahan, maupun kepemimpinan sosial budaya.

“Kalau Papua masih satu wilayah utuh, maka semua orang asli Papua dari 260 suku memiliki kesempatan memimpin. Tetapi ketika Papua dimekarkan berdasarkan wilayah adat, maka sumber daya manusia dari wilayah adat itulah yang harus diberikan kesempatan berkembang dan memimpin di daerahnya sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia Papua harus dilakukan secara serius melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kompetensi agar mampu mengelola potensi daerahnya sendiri.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Perebutan Tiket Nasional Menuju IKN

Pertandingan kategori U-13 dipusatkan di Stadion Mandala, Kota Jayapura. Sementara itu, kategori U-15 dilaksanakan di…

8 minutes ago

Pemprov PBD Perketat Pengawasan MBG Melalui Satgas di Setiap Jenjang

Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau di Sorong, Sabtu, mengatakan pengawasan program MBG akan…

1 hour ago

DPC PBB Kabupaten Jayawijaya Tetapkan Peraturan Organisasi dan Susun Program Kerja

Ketua DPC PBB Jayawijaya Raja Sibarani menyatakan ini salah satu agenda terpenting DPC PBB di…

2 hours ago

Pemkab Manokwari Alokasikan Rp46 Miliar untuk Pendidikan Gratis

Bupati Manokwari Hermus Indou, di Manokwari, Sabtu, mengatakan pendidikan merupakan investasi SDM jangka panjang yang…

3 hours ago

Pemprov Papua Diharap Dukung Pemekaran Papua Utara

  Menurut Dina, semangat masyarakat Saireri dalam memperjuangkan calon Provinsi Saireri atau Papua Utara merupakan…

4 hours ago

PT Irian Bhakti Tata Aset, Kejar Laba dan Kontribusi Daerah

   Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua, Elia Loupatty mengatakan, aset perusahaan tersebar di Papua…

5 hours ago