Categories: NASIONAL

Sudah Ideal 34, Ma’ruf Amin Sebut Bertambah atau Tidak Tergantung Pemerintah

JAKARTA-Rumor jumlah kementerian di kabinet presiden terpilih Prabowo Subianto disebut-sebut bakal bertambah dari 34 menjadi 40. Perubahan jumlah kementerian itu menjadi perbincangan banyak pihak. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pun angkat bicara.

Menurut Ma’ruf Amin, sebetulnya jumlah kementerian saat ini sudah ideal. “Jumlahnya kalau sekarang kan 34 (kementerian), ini ideal,” katanya di acara halal bi halal MUI di Jakarta pada Selasa (7/5).

Meski demikian, tegasnya, sebetulnya jumlah kementerian itu fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan pemerintahan yang sedang berjalan. Bisa bertambah atau berkurang dari yang saat ini. Semuanya tergantung dari kebijakan presiden yang sedang memimpin.

Begitu juga dengan latar belakang menteri. Menteri itu harus diisi dari profesional. Sosok profesional itu bisa jadi representasi dari partai politik atau murni profesional. Sosok menteri dari kalangan profesional murni bisa dari organisasi masyarakat (ormas) atau lainnya.

Yang jelas, Ma’ruf menekankan dalam menjalankan tugasnya, menteri harus profesional. Menteri yang dari partai politik sekalipun harus profesional dalam menjalankan tugasnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menyampaikan posisi mereka terkait pemerintahan yang baru nanti. Dia menegaskan tanggung nawab mereka untuk menjaga umat serta kedaulatan NKRI. “Kami jiga akan terus mengayomi umat,” katanya.

Anwar menjelaskan di MUI ada sekitar dari 80 ormas keagamaan Islam. Terkait posisi mereka terhadap pemerintahan yang baru nanti, Anwar menegaskan akan mendukung program-program pemerintah. Selama program itu dijalankan untuk kesejahteraan masyarakat. Dia menegaskan terhadap program yang bermanfaat untuk umat, tidak ada pilihan lain bagi MUI beserta ormas Islam di dalamnya untuk berdiri di belakang pemerintah.

Ulama asal Banyuwangi itu juga mengingatkan supaya pemerintahan yang baru nanti menjauhi praktik korupsi. “Indonesia harus bersih dari korupsi,” katanya. Selama masih ada korupsi, program kesejahteraan kepada rakyat tidak akan terwujud. Karena anggaran dari pusat, nyantol di mana-mana dahulu. (*)

Sumber: Jawapos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…

1 hour ago

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

2 hours ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

3 hours ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

4 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

5 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

6 hours ago