Categories: NASIONAL

Kasus Penganiayaan oleh ODGJ Jadi Atensi Pemerintah

JAYAPURA-Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Jayapura beberapa waktu lalu, ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Jayapura. Frans Pekey, selaku Penjabat Walikota Jayapura, menyesalkan adanya peristiwa tersebut.

   “Saya pikir kejadian seperti ini sudah terjadi beberapa kali,  ini tentunya menjadi atensi dan sudah menjadi perhatian pemerintah kota dalam hal ini Dinas sosial,” kata Frans Pekey, Senin (1/4).

   Dia mengatakan, penanganan terhadap orang dengan gangguan jiwa di Kota Jayapura ini akan dilakukan lebih tegas lagi oleh Pemkot Jayapura ke depannya.  Tentunya dengan melihat kondisi dan kejadian yang terjadi, terkait dengan keberadaan orang dengan gangguan jiwa yang ada di Kota Jayapura yang mana jumlahnya saat ini cukup banyak.

   Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dalam hal ini orang tua atau keluarga dari ODGJ ini, bagaimana mengenai penanganannya. “Kita akan seriusi lagi untuk penanganan terhadap ODGJ ini,” ungkapnya.

   Selanjutnya pemerintah mesti melakukan penanganan secara medis dengan mengandalkan para medis yang ada di RS Jiwa Abepura. Karena itu, selain penanganan melalui Dinas Sosial, Pemkot Jayapura  juga tetap menaruh harapan besar penanganan ODGJ itu, secara khusus dilakukan di  rumah sakit jiwa.

   “Jadi selama ini untuk penanganan selain melalui Dinas Sosial kita juga melakukan pelayanan dan penanganan terhadap ODGJ di RS Jiwa Abepura,” ujarnya.

   Ia juga berharap peran serta dari masyarakat dan juga keluarga dari masing-masing ODGJ yang ada di Kota Jayapura,  supaya bisa memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyembuhan terhadap ODGJ tersebut.  Mengingat selain meresahkan, keberadaan mereka juga dapat menganggu keamanan di masyarakat. Apalagi seperti kejadian penganiayaan terhadap anak kecil yang dilakukan ODGJ tersebut beberapa waktu lalu.

   “Peran keluarga itu sangat penting, terutama dalam rangka menertibkan ODGJ ini. Misalnya mereka bisa melaporkan keberadaan ODGJ supaya pemerintah bisa mengambil langkah-langkah,” imbuhnya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

6 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

14 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

15 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

17 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

18 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

19 hours ago