Secara umum, Hendrizal mengungkapkan bahwa capaian penanganan perkara korupsi oleh Kejati Papua selama tahun 2025 telah melebihi target. Hingga akhir Oktober ini, sedikitnya 10 kasus tindak pidana korupsi telah dilimpahkan ke pengadilan.
Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah perkara yang diselesaikan, tetapi dari kualitas penanganan dan dampaknya terhadap pemulihan keuangan negara.
“Kami tidak sekadar mengejar kuantitas kasus, tapi bagaimana setiap perkara yang ditangani dapat diselesaikan secara maksimal dan memberi manfaat nyata bagi negara,” tegas Hendrizal.
Beberapa kasus besar yang saat ini masih dalam proses penanganan di antaranya adalah kasus penyalahgunaan dana PON, kasus proyek Aerosport di Kabupaten Mimika, serta sejumlah perkara korupsi lainnya yang kini sedang disidangkan.
Hendrizal menegaskan, seluruh kasus tersebut akan diselesaikan hingga tuntas. “Kami pastikan setiap kasus yang ditangani tidak akan dibiarkan menggantung. Semua harus tuntas, karena ini menyangkut kepercayaan publik dan pemulihan kerugian negara,” ujarnya.
Iapun menyampaikan, proses mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kinerja serta penyegaran organisasi.
Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…
”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…
Usai dilantik menjadi menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam), Jenderal TNI Dudung Abdurachman…
Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bertahan dan ikut merajut masa depan anak-anak di…
Aksi ini banyak muncul di media sosial mengingat para mahasiswa yang terlibat nampaknya telah siap…
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, melalui Ketua Tim Penyidik sekaligus Kepala Seksi Penuntutan Kejati Papua, Alfisius…