

Untuk efektifitas bantuan dana Otsus, DPR Kota Jayapura mendorong bantuan dana diterima oleh mama-mama. Tampak sejumlah mama-mama yang berjualan di pasar. (foto:Dok/Cepos)
JAYAPURA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura mengusulkan bahwa penyaluran dana Otonomi Khusus (Otsus) kedepannya harus langsung diterima oleh Mama-mama atau ibu-ibu. Dengan begitu pemanfaatan dana Otsus yang diberikan pemerintah untuk masyarakat Orang Asli Papua (OAP) tepat sasaran.
Demikian disampaikan Wakil Ketua III DPR Kota Jayapura, Ferdinand Hanuebi Kepada Cenderawasih Pos di Kotaraja, Senin (23/12). Ia mengatakan, hal itu dilakukan oleh pihaknya untuk mengantisipasi penyaluran dana Otsus tersebut tidak disalahgunakan oleh masyarakat.
Karena itu, wakil ketua dari perwakilan adat itu berencana Mama-mama harus membuat rekening Bank, yang disebut rekening ‘Mama’. Sehingga setiap kali ada pencairan harus ibu-ibu yang ambil, bukan bapak-bapak.
“Jadi harus ibu-ibu yang ambil (dana Otsus) jangan bapak-bapak. Karena kalau bapak-bapak tetap singgah di toko, meski tidak semua,” ucap Hanuebi sambil tersenyum.
Program tersebut kata Hanuebi masih dalam tahap proses pengusulan dan perancangan, berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Adapun alasan dirancangnya program tersebut yakni karena dilihat dari dana kampung yang di saluran ke-10 pemerintah kampung adat dan empat (4) kampung administrasi di kota Jayapura sejak 2016 tidak berjalan dengan efektif.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…