

RSUD Jayapura akan menjadi rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan kesehatan bagi para calon kepala daerah yang akan maju Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang. (foto: Efira/Cepos)
JAYAPURA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura menjadi rumah sakit rujukan pemeriksaan kesehatan bagi para bakal calon yang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Wakil Direktur RSUD Jayapura, dr Andreas Pekey, Sp.PD mengatakan beberapa daerah sudah menghubungi pihak rumah sakit. Seperti KPU Papua Induk, KPU Papua Pegunungan dan KPU Papua Tengah.
“Akan ada banyak bakal calon kepala daerah yang memeriksakan kesehatan di RSUD Jayapura, mulai dari bakal calon gubernur, bupati-wakil bupati dan wali kota – wakil wali kota,” ucap dr Andreas saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (26/8).
Andreas mengaku jauh hari RSUD Jayapura sudah mempersiapkan diri untuk ini. Bahkan agar tidak mengganggu pasien lain, pihaknya akan menyediakan ruangan khusus bagi bakal calon untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“RSUD Jayapura siapkan ruangan khusus bagi bakal calon kepala daerah yang melakukan pemeriksaan kesehatan, namun kami tidak sendiri melainkan dibantu rumah sakit lain. Misalkan terkait CT Scan kita minta bantuan Rumah Sakit Provita atau rumah sakit lainnya,” ujarnya.
Kendati menjadi rumah sakit tempat pemeriksaan kesehatan bagi para bakal calon kepala daerah, namun Andreas mengaku rumah sakit tidak akan mengabaikan pelayanan maupun perawatan terhadap pasien yang ada di RSUD Jayapura.
“Pasien yang dirawat dan yang berobat di RSUD Jayapura tetap kami utamakan dan dilakukan pelayanan,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga mengantisipasi terjadinya penumpukan manusia di RSUD Jayapura. Sebagaimana dijadwalkan KPU, pemeriksaan kesehatan berlangsung 28 Agustus hingga 2 September.
“Untuk mengantisipasi penumpukan, kita sudah beri imbauan kepada partai politik tertentu untuk membatasi jumlah orang yang masuk nanti, Polisi juga ikut membantu kami untuk membatasi orang orang yang berkunjung agar tidak masuk ke ruang pemeriksaan bakal calon,” jelasnya.
Andreas mengimbau tim Parpol maupun tim pendukung agar tidak memasuki ruang rawat jalan maupun tempat pemeriksaan. Cukup orang orang yang dipercaya saja yang menemani para calon untuk pemeriksaan.
“Agar tidak terjadi penumpukan di dalam RSUD Jayapura, tim pendukung maupun Parpol bersedia menunggu di luar gedung. Biarkan perwakilan yang masuk, agar tidak menganggu pasien lainnya,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…
Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah dan lingkungan kampus menuai kritik dari kalangan…
Timika dipilih menjadi tuan rumah, menggeser dominasi ibu kota provinsi berkat kelengkapan fasilitas publiknya. Ajang…
ndoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway…
Plt Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Imanuel Medlama, S.STP, M.Si menyatakan pemanfaatan hak tayang layanan Informasi…
Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci agar kabupaten yang lebih maju dapat menopang daerah yang masih…