Adapun lima yayasan pelopor pendidikan di Papua yang dimaksud yakni Yayasan Pendidikan Kristen (YPK), Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK), Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja Injili (YPPGI), Yayasan Pendidikan Advent, dan Yayasan Pendidikan Islam (Yapis).
“Kelima yayasan tersebut telah lama menjadi pelopor pendidikan di tanah Papua dan menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses. Kontribusi historisnya dinilai besar dalam membentuk sumber daya manusia Papua,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya kebijakan ini, guru-guru ASN tetap dapat mengabdi di sekolah yayasan tempat mereka bertugas sebelumnya. Sehingga keseimbangan dan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan sekolah yayasan tetap terjaga. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…