

Warga Kampung Holtekam saat menggali kembali kuburan tua untuk memindahkan tulang belulang ke lokasi pemakaman yang baru, Rabu (24/1). (foto:Mboik Cepos)
JAYAPURA-Puluhan warga di Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami, terpaksa memindahkan puluhan makam yang ada kawasan pesisir Pantai Holtekam, Kota Jayapura sejak dua hari belakangan ini.
Adapun alasan warga kampung untuk memindahkan makam yang sudah puluhan tahun berada di lokasi itu, karena tempat pemakaman itu terkikis abrasi air laut. Bahkan sejumlah tulang belulang jasad dalam kuburan ini, terbongkar dan hanyut akibat abrasi gelombang pantai yang naik beberapa hari belakangan ini. Bahkan, beberapa makam yang sudah puluhan tahun itu hilang dan tak berbekas lagi.
Jermias Semra, ketua Bamuskam Holtkemp menjelaskan, ombak besar yang terjadi hampir seminggu belakangan ini menyebabkan abrasi yang begitu besar dan menghanyutkan sejumlah pohon kelapa yang ada di pesisir pantai termasuk kuburan warga yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.
“Hampir selama satu minggu belakangan ini cukup parah, sehingga banyak kuburan yang hanyut karena abrasi dan pohon-pohon juga yang ada di pinggir pantai ini semuanya sudah tumbang,” kata Jermias Semra, Rabu (24/1).
Selanjutnya, kuburan warga yang masih tersisa itu, oleh warga dan masing-masing keluarga digali dan dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru, milik pemerintah Kampung Holtekam yang ada di sekitar kantor Kampung tersebut.
Terkait peristiwa ini , pihaknya belum mendata dan memastikan berapa banyak kuburan yang sudah rusak akibat abrasi air laut tersebut. “Kami belum tahu berapa banyak yang rusak karena sudah banyak yang dibawa oleh ombak,” jelasnya.
Page: 1 2
"Untuk penumpang yang turun dari KM Dorolonda hari ini sebanyak 1.337 orang. Sedangkan data penumpang…
Meski resmi dibuka beberapa catatan penting yang dapat dipetik dari hasil mediasi dari kedua belah…
Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua…
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan…
Penjabat (P) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan bahwa dalam konflik tersebut ternyata…
Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samomsabra, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sebuah mobil Mitsubishi Triton warna…