Categories: METROPOLIS

Akibat Abrasi Puluhan Makam di Holtekamp Terbongkar

JAYAPURA-Puluhan  warga di Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami, terpaksa memindahkan puluhan makam yang ada  kawasan pesisir Pantai Holtekam, Kota Jayapura sejak dua hari belakangan ini.

   Adapun alasan warga kampung untuk memindahkan makam yang sudah puluhan tahun berada di lokasi itu, karena tempat pemakaman itu terkikis abrasi air laut. Bahkan sejumlah tulang belulang jasad dalam kuburan ini, terbongkar dan hanyut akibat abrasi gelombang pantai yang naik beberapa hari belakangan ini. Bahkan,  beberapa makam yang sudah  puluhan tahun itu hilang dan tak berbekas lagi.

   Jermias Semra, ketua Bamuskam Holtkemp menjelaskan, ombak besar yang terjadi hampir seminggu belakangan ini menyebabkan abrasi yang begitu besar dan menghanyutkan sejumlah pohon kelapa yang ada di pesisir pantai termasuk kuburan warga yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.

   “Hampir selama satu minggu belakangan ini cukup parah, sehingga banyak kuburan yang hanyut karena abrasi dan pohon-pohon juga yang ada di pinggir pantai ini semuanya sudah tumbang,” kata Jermias Semra, Rabu (24/1).

   Selanjutnya,  kuburan warga yang masih tersisa itu, oleh warga dan masing-masing keluarga digali dan dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru, milik pemerintah Kampung Holtekam yang ada di sekitar kantor Kampung  tersebut.

    Terkait peristiwa ini , pihaknya belum mendata dan memastikan   berapa banyak kuburan yang sudah rusak akibat abrasi air laut tersebut. “Kami belum tahu berapa banyak yang rusak karena sudah banyak yang dibawa oleh ombak,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

15 minutes ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 hour ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

2 hours ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

3 hours ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

4 hours ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

5 hours ago