Categories: METROPOLIS

Pasca Dibongkar, PKL Binggung Cari Tempat Jualan

  Pedagang baru bertambah banyak, Pengangguran semakin menumpuk, sedangkan pemerintah terus melakukan pembongkaran dan penertiban tanpa ada pembangunan.

  Sebagai contoh, Can, sampaikan bahwa Pasar lama Abepura hingga saat ini tidak ada pembenahan tetapi pedagangnya di suruh pindah untuk sementara waktu, dikarenakan sebagian pembangunan dari Pasar tersebut bangun di atas tanah sengketa.

  Dia mengatakan para pedagang yang jual di luar pasar tersebut, karena tidak mempunyai tempat di dalam Pasar. Kalaupun ada lapak yang kosong, tetapi tidak sesuai dengan yang diinginkan pedagang, dikarenakan lapak tersebut hanya berukuran kecil dan tidak bisa untuk jual sayuran-sayuran dan barang Sembako lainya.

“Kita tetap menghormati bapak-bapak yang kerja di pemerintah, apa pun aturan pemerintah kita hargai tapi setidaknya ambil solusi jangan dengan kekerasan seperti ini”, ujarnya.

   “Ini kan termasuk kekerasan karena apa kita tidak ada tempat, kehidupan ini keras, kita kerja ini tidak ada gaji, kita kerja hari ini hanya untuk makan hari ini, belum lagi bayar utang,” tambahnya.

   Kalau kondisinya sudah seperti ini, para pedagang ini binggung harus kemana, harus jualan dimana, sementara satu-satunya penghasilan dari pedagang adalah hanya dengan jualan.

   Can, menyampaikan bahwa sekitar 300 lebih PKL yang jual di luar pasar, dan puluhan lapak semi permanen milik PKL telah dibongkar paksa. Dengan jumlah seperti itu,kata Can, tidak mungkin muat dalam satu pasar yang kondisinya belum direnovasi.

  Di tempat yang sama juga disampaikan oleh, Rian (40), juga merupakan korban dari penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Jayapura. Ia mengatakan walaupun banyak lapak yang kosong di dalam Pasar tersebut tidak mungkin muat dengan jumlah yang sebanyak itu.

   “Kalaupun banyak yang kosong juga tidak muat, karena tidak dibenahi, karena los ini kosong tidak ada isinya semua pada keluar di pinggir jalan,”kata Rian kepada Cenderawasih Pos, Ribu (22/5).

  Adapun keluhan lain dari pedagang yang Rian, sampaikan bahwa alasan orang tidak mau untuk jual di los atau lapak dikarenakan banjir ketika musim Hujan tiba.

Ia menginginkan pemerintah segera benahi pasar tersebut agar layak digunakan.(CR-278)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Perbaikan Fasilitas Layanan Hingga BPJS Jadi Langkah Prioritas

Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…

3 days ago

Sebagian Ditampung Kerabat, Seorang Janda Tiga Anak Masih Bingung Cari Tempat

Di depan sebuah masjid di kawasan Kodam, dua perempuan lanjut usia duduk bersandar. Di sekeliling…

3 days ago

RKPD TA 2027 Jayawijaya Mengacu Enam Prioritas Kebijakan Pemerintah

Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan…

3 days ago

Persipani Jawara Liga 4 Papua Tengah

Pertempuran memperebutkan takhta juara melawan Persipuncak Puncak Cartenz berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim…

4 days ago

RD Tak Heran Reno Dipanggil Timnas

Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan memberikan apresiasi tinggi bagi pemain yang disebut-sebut sebagai masa depan…

4 days ago

Pemkab Biak Optimalkan Ketahanan Pangan Melalui Diversifikasi Komoditi

Pendekatan strategis yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan…

4 days ago