

Bupati Jayapura bersama rombongan melaksanakan Audiensi dengan Kementerian Perdagangan RI, Selasa (9/6) lalu. (foto:Humas for Cepos)
SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, didampingi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Papua, Carel Simon Petrus Suebu, S.E., melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Kantor Pusat Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Turut mendampingi Bupati Jayapura dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegai, serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Jayapura, Michael Yewi, S.STP.
Audiensi diterima langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, bersama Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, serta jajaran Kementerian Perdagangan RI.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayapura Yunus Wonda menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Yunus Wonda, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan di Kabupaten Jayapura membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat lokal, terutama petani dan pedagang pasar. “Kami ingin ekonomi di Kabupaten Jayapura terus tumbuh. Kehadiran program MBG harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” jelasnya dalam rilis, Jumat (12/6).
Lanjut Wonda, Sayur-mayur dan berbagai kebutuhan pangan yang digunakan dalam program tersebut diharapkan berasal dari produksi lokal dan dibeli melalui pasar-pasar yang ada. Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 14 yayasan pelaksana Program MBG di Kabupaten Jayapura yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.
“Oleh karena itu, keberadaan pasar yang representatif menjadi faktor penting dalam mendukung rantai pasok kebutuhan pangan tersebut,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan kondisi sejumlah pasar yang masih belum tertata dengan baik. Banyak pedagang yang terpaksa berjualan di luar area pasar karena keterbatasan fasilitas, sehingga rentan terhadap cuaca panas maupun hujan.
“Atas kondisi tersebut, kami berharap adanya dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk membantu pengembangan dan revitalisasi pasar di Kabupaten Jayapura. Kami siap menindaklanjuti secara teknis melalui dinas terkait,” katanya.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura merupakan salah satu sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk…
Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan…
Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…