Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan juga tengah mendorong program digitalisasi pasar melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia. Program tersebut bertujuan memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat melalui penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS, tanpa menghilangkan opsi pembayaran tunai.
“Ke depan kami ingin pasar rakyat semakin modern, namun tetap mempertahankan karakter tradisionalnya. Masyarakat memiliki pilihan untuk bertransaksi secara tunai maupun digital, sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih efisien dan inklusif,” tambahnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Kementerian Perdagangan RI dalam mendukung revitalisasi pasar, peningkatan kesejahteraan pedagang, serta penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Penegasan tersebut disampaikan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pascakebakaran selama tujuh hari, setelah sebelumnya…
Pembangunan Papua masih menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari sulitnya membuka akses antarwilayah, belum…
Dalam kunjungan tersebut, Abisai menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat menyambut baik kehadiran…
Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…
Kepala Kejari Merauke Paris Manalu mengungkapkan, dalam laporan yang diterima pihaknya terdapat dugaan lima kegiatan…
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…