Categories: METROPOLIS

Gubernur dan MRP Bahas Sinergi Otsus hingga Usulan Anggaran

JAYAPURA–Gubernur Papua,Matius Derek Fakhiri menerima kunjungan pimpinan Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung Negara, Dok V, Jayapura, Selasa (21/4) untuk membahas penguatan sinergi pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua serta usulan anggaran MRP. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua MRP Nerlince Wamuar, Wakil Ketua I Pdt. Roberth Horik, dan Wakil Ketua II Max Abner Ohee. Gubernur didampingi Kepala Bapperida Papua Mufli Musaad, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Andri, serta Plt Kepala Bappenda Papua Subhan.

Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan MRP dalam menjalankan Otsus. “MRP memiliki kewenangan tertentu dalam perlindungan hak-hak Orang Asli Papua, penghormatan adat dan budaya, pemberdayaan perempuan, serta pemantapan kerukunan umat beragama. Tanpa MRP, kekhususan Papua tidak lagi berbeda dengan provinsi lain,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya konsistensi Pemerintah Provinsi dalam menjalankan kewenangan Otsus, termasuk penjabaran regulasi melalui Perdasus, Perdasi, dan Peraturan Gubernur.

Menurutnya, penggunaan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2025 sebagai acuan perjalanan dinas dinilai kurang tepat karena tidak mencerminkan kekhususan Papua. Dalam kesempatan itu, MRP juga menyampaikan usulan anggaran perubahan tahun 2026 dan anggaran induk tahun 2027 sebagai bagian dari kewenangan lembaga tersebut sesuai amanat undang-undang.

Menanggapi hal itu, Gubernur Matius Fakhiri menyatakan pemerintah daerah tetap harus mengikuti kebijakan pemerintah pusat, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Ia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Kementerian Keuangan, daerah diminta tetap taat pada regulasi nasional.

“Kita harus taat azas dengan yang disampaikan pusat. Bukan hanya MRP, kami juga selama ini menggunakan Perpres 72,” kata Fakhiri.

Namun demikian, ia memastikan pemerintah provinsi akan mendukung usulan anggaran MRP sesuai kemampuan fiskal daerah. Ia juga menyebut adanya tambahan dana sekitar Rp2 triliun yang akan dialokasikan untuk berbagai sektor prioritas.

“Kami akan mengalokasikan tidak hanya untuk MRP, tetapi juga untuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Usulan ini penting untuk masuk dalam perencanaan APBD Perubahan,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

11 minutes ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

1 hour ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

2 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

3 hours ago

TPP Diberikan Berdasarkan Kinerja ASN

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…

4 hours ago

Pemerataan Akses Energi Harus Jangkau Kampung Terpencil

   “Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…

5 hours ago