

Ipda Agung Raka (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Polresta Jayapura Kota terus berupaya mencegah prostitusi online yang dinilai menjadi salah satu penyumbang kasus HIV/AIDS di Kota Jayapura. Kepala Seksi Humas Polresta Jayapura Kota, Ipda Agung Raka, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah preventif, termasuk patroli rutin di lokasi-lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas prostitusi.
“Patroli dialogis terus ditingkatkan, terutama di tempat-tempat seperti Taman Imbi, Taman Mandiri, dan lokasi-lokasi lainnya yang sering dijadikan tempat transaksi prostitusi online,” ujar Ipda Agung Raka, Jumat (17/1).
Agung mengungkapkan bahwa pihaknya tidak melakukan razia di hotel-hotel karena transaksi kini lebih sering dilakukan melalui aplikasi online seperti MiChat. “Sekarang, orang bisa dengan mudah bertransaksi melalui aplikasi, sehingga hal ini bisa terjadi di mana saja,” tambahnya.
Agung menegaskan bahwa pencegahan prostitusi online bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, dan pelaku usaha perhotelan serta yang tidak kala penting kesadaran pribadi.
Menurut Agung, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga anak-anak agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif, termasuk penggunaan media sosial yang tidak terkendali.
“Orang tua wajib mengontrol penggunaan handphone oleh anak-anak, terutama di bawah umur. Jika perlu, handphone disita saat malam hari untuk mencegah paparan konten negatif,” ujarnya.
Pihak sekolah juga diharapkan berperan aktif memberikan edukasi kepada anak-anak terkait kesehatan reproduksi dan bahaya aktivitas seksual di luar nikah. Agung menekankan pentingnya menjadikan edukasi seksual sebagai bagian dari pembelajaran agar peserta didik lebih memahami risiko yang dihadapi.
“Jika edukasi diberikan dengan aktif, anak-anak akan lebih sadar terhadap dampak negatif penggunaan media sosial secara berlebihan,” jelasnya.
Pelaku usaha perhotelan juga diminta lebih tegas dalam mencegah transaksi prostitusi online di hotel. Setiap tamu yang check-in diharapkan menunjukkan identitas resmi yang membuktikan hubungan sah. “Jika tidak dapat menunjukkan identitas, pihak hotel harus tegas menolak,” tegas Agung.
Page: 1 2
Sebanyak 300 utusan umat dari seluruh wilayah Keuskupan Jayapura dipastikan ambil bagian. Mereka terdiri dari…
Dijelaskan, dalam pengawasan lapangan yang dilakukan Disperindag bersama Satgas Pangan, masih ditemukan produk makanan dan…
Berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal. Salah satunya melalui Latihan Pra…
Selain lomba presentasi Bahasa Jepang, juga digelar lomba Cosplay, karaoke dan lainnya. Adapun perlombaan tersebut…
Karena itu ia meminta kepada pihak sekolah, terutama orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan dan…
Untuk jadwal keberangkatan, jemaah haji Papua direncanakan tergabung dalam tiga (3) Kloter 27, 29, dan…