Categories: METROPOLIS

Komnas HAM Soroti Penanganan Aksi Demo

JAYAPURA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua menyoroti penanganan aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang digelar serentak di sejumlah titik di Tanah Papua, Sabtu (15/8).

  Aksi tersebut digelar untuk memperingati 64 tahun Perjanjian New York (New York Agreement) yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962. KNPB dalam aksi itu mengangkat tema nasional “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”.

  Pelaksanaan aksi di sejumlah titik berlangsung dengan situasi berbeda. Di kawasan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, aksi berjalan kondusif. Namun, di sejumlah lokasi lainnya terjadi ketegangan yang menyebabkan sejumlah peserta dilaporkan mengalami luka-luka.

  Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan, dalam menangani aksi penyampaian pendapat, aparat kepolisian perlu mengedepankan pendekatan dialog dan negosiasi.

  Menurutnya, polisi merupakan mediator negara sehingga harus mampu menjalankan fungsi tersebut dengan tenang dan tidak emosional. Frits juga menyoroti cara DPR Papua menerima aspirasi masyarakat yang dilakukan di pinggir jalan. Ia menilai pola tersebut sebaiknya tidak terus berlangsung karena dapat memengaruhi wibawa lembaga legislatif.

   “DPR Papua sebaiknya jangan terus-menerus menerima aspirasi di pinggir jalan seperti ini, karena ini merendahkan wibawa negara tapi juga sekaligus merendahkan wibawa lembaga legislatif,” ujarnya.

   Menurut Frits, kehadiran pimpinan DPR Papua di tengah massa menunjukkan adanya komitmen untuk mendengar aspirasi masyarakat. Namun, ia berharap ke depan penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara langsung di kantor DPR Papua.

  Ia juga mengingatkan agar anggota DPR yang menemui massa tidak langsung dicurigai atau diberi label tertentu hanya karena menjalankan tugas menerima aspirasi masyarakat.

Frits juga menyoroti adanya aksi dari kelompok lain yang berlangsung pada waktu yang sama dengan aksi KNPB.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Ditinjau Tim dari Menko Polhukam, 333 Rumah Terdampak Konflik Sosial Bakal Terealisasi

Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…

36 minutes ago

BPS Jayawijaya Memastikan Inflasi September 2026 Mencapai 3.28 Persen

Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…

2 hours ago

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

3 hours ago

KMN Rizki Jaya Utama 01 Bocor di Laut Arafura, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…

4 hours ago

BMKG: Poster Larangan Menampung Air Hujan akibat ‘Cloud Seeding’ Hoaks

Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika.  Narasi di…

5 hours ago

Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih Tinggal Dua Provinsi

  Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…

8 hours ago